Gelombang Pertama Festival Kesenian Ruwat Rawat Borobudur Ke-19 Digelar Virtual

BNews–MAGELANG-– Gelombang Pertama Festival Kesenian Rakyat Pasedhuluran Borobudur digelar secara virtual. Acara ini dalam rangka Ruwat Rawat Borobudur Ke-19 tahun 2021.

Pelaksanaan secara  virtual sendiri dilakukan pada hari Minggu-Senin, 14-15 Februari 2021. Lokasinya bertempat di Gedung Pentas TIC Borobudur, kawasan Brojonolan Wanurejo Borobudur Magelang.

“Karena harus virtual, kami kesulitan untuk mengadakan per rayon seperti tahun2 sebelumnya. Jadi untuk tahun ini kami selenggarakan rayon Borobudur dan insyaAllah rayon Temanggung dengan beberapa gelombang,” ungkap  Ketua Panitia, Eri kusumawardhani.

Dia juga menyampaikan, pihaknya memang membagi beberapa gelombang pertunjukan. Hal ini karena memang setiap tahunnya peserta Festival yang mendaftar bertambah banyak.

“Tahun lalu saja ada 221 kelompok kesenian ikut berpartisipasi. Tahun ini, di rayon Borobudur sendiri gelombang pertama ada 78 pendaftar dan sudah diseleksi ulang. Jadi yg pentas untuk gelombang pertama ada 22 kelompok kesenian,” imbuhnya.

Eri menjelaskan, untuk selanjutnya  kelompok kesenian sisanya akan pentas di gelombang kedua dan seterusnya. “Tentunya karena peserta semakin bertambah meskipun saat ini di masa Pandemi Covid-19,” ujarnya.

Dia  sangat mengapresiasi semangat berkesenian dari semua kelompok peserta. Mereka totalitas dalam berkarya meskipun situasi masih pandemi.

“Festival ini dilaksanakan virtual dengan ditayangkan di akun instagram @seklapborobudur, akun facebook Sucoro Sastrodiharjo. Dan akun Youtube Ruwat Rawat Borobudur Official,” teranganya.

Acara berjalan dengan lancar dengan mematuhi protokol kesehatan.” Kami didukung oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang dan juga TIC,” ungkapnya.

Eri berharap, semoga kedepan kegiatan Festival Kesenian Rakyat Pasedhuluran Borobudur dalam rangka Ruwat Rawat Borobudur ini dapat selalu terselenggara tiap tahun. Dan menjadi wadah bagi pelaku pelaku seni agar tetap lestari dan bersemangat dalam nguri uri kabudayan.

“Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas seni baik di Kabupaten Magelang sendiri maupun Kabupaten lain di sekitarnya. Tentunya dengan saling berinteraksi dan sharing di kegiatan ini,” harapnaya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: