Gempa di Gunung Merapi Terus Meningkat, BPPTKG: Erupsi Semakin Dekat

BNews—MAGELANG— Aktivitas seismik maupun deformasi Gunung Merapi terpantau terus mengalami peningakatan. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut, peningkatan vulkanik secara intensif menandakan erupsi Merapi semakin dekat.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, guguran material vulkanik sering terdengar. Bahkan Vulkanik Dangkal (VTB) terasa di Pasarbubar.

”Saat ini, data pemantauan baik seismik maupun deformasi EDM terus meningkat. Ini menunjukkan dekatnya waktu erupsi,” kata Hanik diampingi Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso, Kamis (12/11).

Hanik lantas membandingkan data seismisitas Merapi saat ini dengan erupsi 2006 (jelang munculnya kubah lava). Hasilnya, data seismisitas saat ini telah melampaui 2006.

”Namun, jika dibandingkan dengan data menjelang erupsi 2010, data saat ini masih lebih rendah. Dan apabila terjadi erupsi, maka kemiripannya akan seperti erupsi 2006 (erupsi efusif berupa lelehan magma). Tetapi potensi erupsi eksplosif masih tetap ada,” terangnya.

Lantaran data pemantauan saat ini telah melampui kondisi Siaga 2006, maka ada dua skenario ancaman bahaya maksimal dari Merapi. Pertama, ketika laju ekstrusi (keluarnya magma ke permukaan) meningkat mencapai 10 ribu meter kubik perhari.

”Kedua, ketika kubah lava sudah memenuhi kawah dengan volume mencapai 10 juta meter kubik,” jelasnya.

Loading...

Berdasarkan skenario tersebut, jika 50 persen dari kubah lava runtuh, maka akan menghasilkan luncuran awan panas ke hulu Kali Gendol sejauh sembilan kilometer. Lalu ke hulu Kali Opak sejauh enam kilometer dan ke hulu Kali Woro sejauh enam kilometer.

”Ancaman bahaya muncul ketika sudah ada pertumbuhan kubah lava. Dari situ kita bisa hitung berapa kecepatan pertumbuhan kubah lavanya juga volume maksimalnya. Tapi hingga saat ini kubah lava belum muncul,” ucapnya.

Kendati potensi letusan eksplosif masih tetap ada, namun berdasar data pemantauan, jika terjadi erupsi eksplosif kemungkinan tidak sebesar erupsi 2010. Pertimbanganya karena tidak terjadi kegempaan dalam yang menunjukkan tidak ada tekanan berlebih di dapur magma.

”Selain itu berdasar data seismisitas VTA, migrasi magma berlangsung pelan. Kemudian jumlah dan pola peningkatan kegempaan dan deformasi EDM mengikuti pola 2006 yang mana bersifat efusif. Pertimbangan lainnya karena banyak terjadi gempa hembusan yang menandakan lepasnya gas,” pungkas dia. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: