Gerebek Gudang Palawija, Polisi Sita Hampir 15 Ton Pupuk Bersubsidi

BNews—BLORA— Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora menggerebek sebuah gudang palawija di desa Gabusan Kecamatan Jati Kabupaten Blora. Petugas berhasil mengamankan 14,95 ton pupuk bersubsidi yang disimpan di gudang tersebut.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama mengatakan, penggerebekan berawal dari laporan warga yang curiga dengan aktivitas di gudang tersebut. Warga curiga, gudang palawija itu dijadikan tempat penyimpanan pupuk bersubsidi.

”Hasil pendalaman dari laporan itu bahwa benar ditemukan barang bukti kurang lebih 14,95 ton pupuk. Terdiri dari 200 sak pupuk bersubsidi jenis Phonska, 35 sak pupuk bersubsidi jenis TS atau SP36, kemudian 63 sak pupuk bersubsidi jenis urea,” katanya, Rabu (10/2/2021).

Informasi yang didapat, kata Wiraga, pupuk bersubsidi tersebut didapatkan dari wilayah Jawa Timur. Pupuk telah berada di gudang sekitar seminggu dan sudah ada sejumlah petani yang membeli pupuk ini.

”Pupuk ini dipasarkan dengan harga jual lebih tinggi dari yang telah ditentukan oleh pemerintah. Polisi pun menetapkan N, 50, yang merupakan pemilik gudang sekaligus pupuk bersubsidi itu sebagai tersangka,” ujar dia.

Lebih lanjut, Wiraga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menyelidiki oknum-oknum pengedar pupuk bersubsidi. Dengan harga di atas harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Ini masih tahap awal dan kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, apakah ada tersangka lain atau saksi-saksi atau orang yang terlibat dalam kejadian ini,” tegasnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 6 ayat 1 huruf b UU Darurat No. 7 tahun 1955 tentang tindak pidana Ekonomi  jo pasal 1 Sub 3 e UU No. 7 tahun 1955 tentang tindak pidana Ekonomi, jo pasal 4 (1) huruf a Perpu No. 8 tahun 1962 tentang Perdagangan barang dalam pengawasan, jo pasal 8 ayat 1 Perpu no. 8 tahun 1962 tentang perdagangan barang dalam pengawasan jo pasal 2 (1) dan (2) Perpres No. 77 tahun 2005 tentang penetapan pupuk bersubsidi sebagai barang dalam pengawasan, jo pasal 30 (2) Permendag RI No. 15/M-DAG/PER/4/2013  jo  pasal 21 (1)  Permendag RI No. 15/M-DAG/PER/4/2013, tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian, dengan ancaman pidana maksimal 2 tahun penjara. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: