Gubernur Ganjar Bakal Kirim Tim Reformasi Birokrasi Ke Pemkot Tegal

BNews—TEGAL— Sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo merasa prihatin terhadap mantan walikota dan Sekretaris Daerah Kota Tegal yang terjerat kasus hukum. Guna mengembalikan semangat, Ganjar mengajarkan jurus-jurus kepada Pemkot Tegal yang hendak move on. Bahkan ia siap mengirim tim reformasi birokrasi dari Pemprov Jateng.

Gubernur Ganjar berpesan, agar relasi antara walikota dan wakil walikota dengan sekda tidak berdasar kepentingan. Namun benar-benar pada ranah profesional. Dirinya juga mewanti-wanti jangan sampai ada setor-setoran kepada atasan maupun rekanan.

”Karena ada cerita yang kurang enak di publik soal Pemkot Tegal. Maka Pak Walikota dan Wakil Walikota akan move on pada pemerintahan yang clean and clear,” tutur Ganjar usai menghadiri pelantikan Sekretaris Daerah Kota Tegal, Johardi, di Pendopo Ki Gedhe Sebayu Kota Tegal, Rabu (5/2).

Selain para pejabat dinilai sudah cukup dari sisi finansial, Ganjar meminta Pemkot Tegal ke bawah untuk fokus mengurus rakyat. Bagi daerah lain, Tegal dikenal memiliki nama besar dengan segala potensi yang dimiliki.

”Orang (pejabat) kaya semua ini. Maka saya sampaikan, sudah deh, jangan ngurus duniawi. Ayo ngurus rakyatmu. Sekarang kita dorong,” ajaknya.

Jateng Terima Penghargaan BNPB Sebagai Provinsi Aktif Tanggulangi Bencana

Ganjar menerangkan, kesempatan tersebut menjadi momen yang tepat untuk berbenah. Ia pun tak segan berbagi jurus-jurus jitu yang diperlukan Pemkot Tegal untuk mengambalikan kepercayaan masyarakat.

”Karena mereka punya komitmen untuk memperbaiki ini. Maka kita perbaiki mulai dari memberi formula mulai pengelolaan APBD yang transparan, elektronisasi, layanan publik yang lebih mudah murah cepat,” terangnya.

Papar Ganjar, Pemkot Tegal mesti membuat skala prioritas. Apalagi Kota Tegal memiliki wilayah yang meliputi empat kecamatan dengan 27 kelurahan. Termasuk memiliki potensi untuk melakukan lompatan besar. Sehingga sudah seharusnya Pemprov Jateng dan pemerintah pusat siap turun membantu.

”Ini sangat manageable kalau (paham) prioritasnya apa sih? Bencananya? Rob? Oke rob kita kerjakan, provinsi dan pusat (bisa) bantu. Sehingga bisa jalan,” paparnya.

Persoalan lain yang mesti digarap adalah sektor pembangunan sumberdaya manusia dan pelayanan masyarakat. Layaknya yang diterapkan Pemprov Jateng, Ganjar menyodorkan agar Pemkot Tegal berpegang pada pelayanan yang mudah, murah dan cepat.

”Provinsi, kan, punya tim reformasi birokrasi sehingga bagaimana menata, dimulai dari mana, sistemnya bagaimana itu bisa satu paket. Untuk kemudian bisa jadi pendamping dan lebih cepat. Jadi bukan mengira-ngira atau berimajinasi. Tapi ada contoh konkret,” pungkas Ganjar. (lhr/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: