Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Guru di Kajoran Magelang Jadi Korban Penganiayaan, Kepala Sekolah Ungkap Sosoknya

Guru di Kajoran Magelang Jadi Korban Penganiayaan, Kepala Sekolah Ungkap Sosoknya

  • calendar_month 5 menit yang lalu

BNews—MAGELANG— Guru yang menjadi korban penganiayaan di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, dikenal sebagai sosok yang lembut dan peduli kepada siswa.

Guru bernama Enjang, 29, tersebut disebut tidak pernah membentak atau memarahi anak didiknya dengan cara kasar. Sikapnya saat menegur siswa juga dikenal menggunakan tutur kata yang halus.

Kepala sekolah tempat Enjang mengajar, Eni Nurhitah Asfianti, mengatakan korban merupakan guru yang disukai anak-anak. Menurutnya, Enjang selalu mengedepankan pendekatan yang baik ketika memberikan teguran kepada siswa.

“Tidak pernah Bu Enjang itu bentak-bentak kasar atau marah-marah. Setiap mengingatkan anak beliau selalu dengan tutur kata yang halus. Ya sewajarnya seorang guru menegur anak didik ketika melakukan kesalahan,” kata Eni, Rabu (30/10/2026).

Salah satu siswa yang pernah mendapat perhatian Enjang adalah D (15), yang kini menjadi terduga pelaku penganiayaan terhadap gurunya tersebut.

Menurut Eni, Enjang bahkan pernah berbagi bekal kepada D ketika siswa tersebut tidak membawa makanan ke sekolah.

“Bu Enjang itu guru yang baik hati. Beliau bahkan pernah berbagi bekal ke anak itu. Karena saat itu ia tidak membawa bekal ke sekolah,” tandasnya.

Sekolah Berikan Pembinaan kepada Siswa

Eni menjelaskan, pihak sekolah sebelumnya juga telah memberikan perhatian kepada D melalui pembinaan karakter, sikap, dan adab.

Dalam tugasnya menangani bidang kesiswaan, Enjang cukup sering berinteraksi dengan siswa tersebut. Hubungan tersebut membuat Enjang menjadi salah satu guru yang memberikan perhatian terhadap perkembangan siswa.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Namun, pihak sekolah memiliki keterbatasan dalam melakukan pengawasan terhadap siswa karena kegiatan pembelajaran hanya berlangsung hingga siang hari.

Peristiwa penganiayaan terhadap Enjang tersebut terjadi di luar jam sekolah dan di luar lingkungan sekolah.

“Kami punya keterbatasan waktu dalam mengontrol anak. Jam sekolah hanya dari pagi sampai bakda duhur. Karena itu kami mengajak kepada para orang tua siswa untuk semakin mempererat kerja sama agar anak-anak tidak terjerumus pada kegiatan yang tidak baik,” tandasnya.

Kasus penganiayaan tersebut menjadi perhatian masyarakat di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran. Sebelumnya, warga setempat juga memberikan dukungan terhadap upaya pengungkapan kasus yang melibatkan guru dan siswanya tersebut.

Pihak sekolah berharap kerja sama dengan orang tua dapat terus diperkuat, terutama dalam mendampingi perkembangan karakter, sikap, dan perilaku anak di luar lingkungan sekolah. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less