Haruskah Kita Suntik Vaksin Covid-19 Setiap Tahun? Ini Jawabannya

BNews—NASIONAL— Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan semua orang berusia 18 tahun ke atas yang telah menerima vaksinasi Covid-19 mendapatkan booster. Rekomendasi ini ditegaskan kembali semenjak kemunculan varian Omicron.

Apabila sudah pernah memperoleh salah satu vaksin mRNA, Pfizer atau Moderna, Anda bisa mendapatkan booster enam bulan setelah mendapatkan dosis kedua Anda. Hal tersebut diungkapkan seorang ahli penyakit menular Vanderbilt University di Tennessee William Schaffner.

Niat utamanya tentu untuk memperkuat kapasitas sistem imun, mencegah penyakit serius dan mencegah rawat inap. Suntikan booster pada dasarnya membangun kekebalan yang diberikan dalam seri vaksinasi Covid-19.

Kepala Penyakit Menular Pediatrik di University of California Dean A. Blumberg menjelaskan, setelah kita divaksinasi, maka kita memiliki sel T memori yang dibuat. ”Dan, bila kita mengekspos mereka ke antigen lagi, maka ini akan menghasilkan sel T yang berlipat ganda dan mereka membentuk lebih banyak antibodi dan lebih banyak sel,” ujarnya.

Lebih lanjut Dean menuturkan, dosis kekebalan berkurang setelah enam bulan untuk mereka yang berusia 65 tahun ke atas, sehingga ada peningkatan angka rawat inap dengan infeksi terobosan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Namun menurutnya, memori kekebalan tetap kuat dan itulah alasannya mengapa satu dosis tambahan menghasilkan respons kekebalan yang sangat kuat.

Lantas apakah ini artinya kita membutuhkan booster setiap tahunnya?

Baik William maupun Dean, keduanya mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan seberapa sering booster mungkin diperlukan. Namun, suntikan Covid-19 mungkin perlu dilakukan pada frekuensi tertentu selama bertahun-tahun ke depan.

Untuk mengantisipasi booster yang diperlukan, William mengatakan para ilmuwan vaksin saat ini tengah menggabungkan vaksin influenza dengan vaksin Covid-19. ”Soal rekomendasi apakah ada booster tahunan, mereka akan menyiapkan vaksin kombinasi saat itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Dean mengatakan gagasan suntikan booster Covid-19 yang diberikan pada frekuensi yang sama dengan vaksin influenza setiap tahunnya adalah suatu kemungkinan. Ia berharap bahwa Covid-19 akan ada bersama kita selamanya dan ini tidak dapat dihilangkan kecuali ada terobosan luar biasa dalam pengembangan vaksin. Pada akhirnya, menurut Dean, Covid akan sangat mirip dengan influenza. (*)

Sumber: Bisnis

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: