PKB Magelang Dirikan Sanggar Belajar Untuk Anak-Anak Bisa Belajar Daring

BNews—MAGELANG—Dalam upaya membantu peran pemerintah untuk mengatasi berbagai masalah pendidikan Pandemi Covid-19. DPC Partai Kebangkitan Bangsa Magelang mendirikan sanggar belajar di lingkungan masing-masing dengan fasilitas yang menunjang pembelajaran daring.

Ketua DPC PKB Magelang, Suwarsa, mengatakan Sanggar Belajar dapat memanfaatkan fasilitas yang ada baik rumah anggota FPKB/ Kader atau tempat lainnya seperti gedung TPQ/TPA sebagai proses pembelajaran jarak jauh. Hal ini kami lakukan sebagai respon atas inisiatif yang dilontarkan Gus Imin atau Muhaimin Iskandar sebagai Inspirator Gerakan Bangkit Belajar (GBB).

Suwarsa menjelaskan bahwa Gus Imin beberapa waktu yang lalu di media massa mengajak masyarakat penggerak. Serta para pemangku kebijakan terkait pendidikan di daerah turut serta memberi sumbangsih membantu Pemerintah dalam Gerakan Bangkit Belajar.

Lanjutnya, kata dia, Gerakan Bangkit Belajar itu dirancang untuk memfasilitasi para partisipan dan relawan untuk memberi bantuan kepada yang membutuhkan terutama warga masyarakat yang kurang mampu dan mengalami kesulitan dalam proses PJJ ( Pembelajaran Jarak Jauh) di masa pandemi.

“Maka dari itu, potensi yang kita miliki baik olih anggota FPKB dan Kader PKB berupa tenaga, pikiran, tempat dan fasilitas. Bisa kita manfaatkan untuk kepentingan mengatasi masalah pendidikan di lingkungan kita,” ujarnya.

Suwarsa menambahkan untuk saat ini anggota FPKB dan Kader PKB mendirikan 16  sanggar belajar yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Magelang. Yakni Kecamatan Mungkid tiga tempat, Kecamatan Mertoyudan 2 tempat, Kecamatan Borobudur 1 tempat, Kecamatan Tempuran 1 tempat, Kecamatan Kaliangkrik 1 tempat.

Tambahnya, Kecamatan Grabag 1 tempat,  Kecamatan Tegalrejo 1 tempat, Kecamatan Dukun 1 tempat, Kecamatan Srumbung 1 tempat, Kecamatan Salam 4 tempat.

Loading...

Sementara itu, Sukur Akhadi selaku ketua FPKB, mengatakan, gerakan bangkit belajar adalah upaya bersama anggota FPKB dan kader- kader PKB untuk membantu kinerja pemerintah daerah. Agar pendidikan bisa dinikmati dengan selayaknya oleh adik-adik kita yang mengalami kendala sarana dan prasarana Pembelajaran Jarak Jauh.

“Kami apresiasi bahwa pemerintah sudah bekerja, tapi saya pandang belum cukup, butuh partisipasi masyarakat. Maka semua elemen masyarakat harus bergerak meningkatkan kepedulian dengan cara memberikan sesuatu yang kita mampu untuk berkonstribusi memberi solusi cepat pada aspek pendidikan,” jelasnya.

Sementara Gunawan Sugiarno anggota FPKB menyampaikan kebijakan pemerintah pusat terkait pendidikan terkait Pembelajaran Jarak Jauh belum dapat terkoordinasi dan di implementasikan dengan baik di daerah.

“Kami banyak mendapat keluhan dari orang tua murid terkait Pendidikan Jarak Jauh. Sementara sarana dan prasarana sekolah yang belum memadahi masih menjadi bahan pertimbangan, yang jelas banyak masalah yang kita hadapi saat ini dalam masalah pendidikan,” ungkapnya.

​​​​​​Sementara salah satu anggota FPKB, Mahmud menuturkan, kecenderungan penurunan kualitas pendidikan di masa pandemi COVID-19 dikhawatirkan menjadikan nasib pendidikan kita sangat mengawatirkan. Oleh karena itu, situasi saat ini dapat disebut sebagai situasi darurat/krisis pendidikan.

Sanggar Belajar menggunakan rumah anggota FPKB atau Kader dan beberapa TPQ yang sudah terpasang wifi. peserta didik gratis dapat memanfaatkannya untuk menunjang proses pembelajaran jarak jauh,

“Kedepan akan terus kita tingkatkan agar dapat membantu kesulitan warga masyarakat yang kurang mampu,” ucapnya.

Bagi warga yang mengalami kendala PJJ dapat menghubungi anggota FPKB terdekat atau ke kantor DPC PKB di Jl Magelang Jogja Pare Blondo Mungkid Magelang. (rur/bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: