Hasil Lab, Sate yang Dimakan Bocah 10 Tahun Dicampuri Racun Melebihi Potas

BNews—JOGJAKARTA— Keluarga bocah Naba Faiz Prasetya, 10, korban meninggal dunia usai menyantap sate dari orang tidak dikenal meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut. Jangan sampai jatuh korban lagi akibat peristiwa tragis tersebut. 

Naba Faiz Prasetya diketahui duduk di bangku kelas IV SD Muhammadiyah Karangkajen 4.

Orang tua Naba, Bandiman, didampingi istrinya, Titil Rini menjelaskan musibah yang dialaminya. Menurut Bandiman, Minggu sore, (25/4), setelah salat asar di Masjid Noor Alam Jalan Gayam, Umbulharjo, ia didatangi seorang wanita berparas cantik.

Bandiman mengingat, perempuan yang menghampiri dirinya berusia kurang lebih 20-25 tahun, berpostur tinggi, kulit putih dengan jilbab pink. Ia meminta Bandiman untuk mengantar paket makanan ke Pak Tomy di Villa Bukit Asri, Sembungan, Bangunjiwo Kasihan, Bantul.

”Kemudian saya bilang biaya pengiriman Go Send Rp 25 ribu dan perempuan itu setuju. Dia pinta offline dan diberinya Rp30 ribu. Tapi dia memberikan pesan ’Pak, tolong jangan bilang dari Saya, bilang aja dari Pak Hamid Pakualaman,” ujar Bandiman menirukan permintaan wanita misterius tersebut.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Setelah paketan sudah ditangan, Bandiman bergegas pergi sesuai alamat. Setelah sampai alamat tujuan, Bandiman berusaha menghubungi Pak Tomy, namun tengah berada di luar kota.

Sementara, istri Tomy yang dirumah tidak pernah merasa mengorder takjil tersebut sehingga tidak mau menerima. Paketen berupa sate lontong dan takjil akhirnya diberikan kepada Bandiman.

”Saya terima dan dimakan untuk berbuka puasa bersama keluarga di rumah,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Bandiman sempat makan dua tusuk sate, awalnya semua normal. Kemudian putranya, Naba, justru minta bumbu dicampur lontong.

”Baru setengah sendok lontong dan bumbu disuapkan oleh istri Saya, Naba bilang pahit dan pedas, kemudian ambil air di kulkas diminum. Istri Saya makan satu sendok langsung muntah,” terangnya.

Bahkan Naba langsung jatuh di depan kulkas dengan mulut berbusa. Malam itu, ia langsung dibawa ke RSUD Kota Jogjakarta dan pukul 19.00WIB Naba sudah meninggal.

”Alhamdulilah, istri Saya tartolong. Dokter yang bertanggungjawab di IGD menyampaikan ke saya jika Naba keracunan. Selain itu, ketika masuk rumah sakit napasnya juga sangat lemah,” bebernya.

Bandiman mengungkapkan, keluarga sudah membawa sampel ke laboratorium. ”Dari petugas laboratorium ketika membuka sampel langsung bilang, ini sangat keras melebihi apotas,” ujarnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: