Hindari Pemalsuan, Dishub Kota Magelang Ganti Buku KIR dengan Kartu Pintar

BNews—MAGELANG— Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang sudah tidak menggunakan buku uji kendaraan atau KIR lagi. Pihaknya mengganti dengan kartu pintar atau smart card. Alasannya, buku uji kendaraan kerap dipalsukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Kepala Dishub Kota Magelang, Plt Singgih Indri Pranggana melalui Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor, Ridho Mustofa, smart card efektif berlaku sejak 3 Februari kemarin. Penggantian dilakukan mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 133 Tahun 2015 mengenai Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor.

Ridho menyebut, kendaraan yang wajib uji KIR di Kota Magelang ada sekitar empat ribu unit kendaraan. Dengan peserta uji KIR antara 30 sampai 40 kendaraan perhari.

”Uji KIR itu setiap enam bulan sekali karena sekarang sudah mulai penerapan (smart card). Jadi, nantinya uji KIR selanjutnya semua pemilik kendaraan bermotor sudah memiliki smart card,” tuturnya kepada Borobudur News, Senin (10/1).

Ia pun memaparkan tujuan digantinya buku dengan kartu pintar untuk mengurangi oknum-oknum pemalsu uji KIR. Seperti pengalaman saat masih menggunakan buku, ada saja pemalsuan tanda tangan petugas yang ditemukan.

”Dengan (smart card) ini, kan, semua berbasis database jadi susah untuk dipalsu,” paparnya.

Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Magelang, Ridho Mustofa

Selain itu, penggunaan smart card bisa mengurangi waktu pengurusan KIR. Sebelumnya bisa memakan waktu 30 menit tiap satu kendaraan. Dengan smartcard diharapkan maksimal waktunya tidak lebih dari 25 menit.

”Sebelumnya harus minta tanda tangan petugas di buku uji KIR. Kalau smartcard langsung barcode,” ungkap Ridho.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Papar dia, masa berlaku kartu adalah satu tahun dengan retribusi Rp 25 ribu. Setiap enam bulan nantinya yang diganti hanya blangko hasil uji KIR.

”Kalau kartunya diganti setiap setahun sekali dengan harga tetap RP 25 ribu,” paparnya.

Nantinya, jika smart card hilang maka dikenakan denda Rp 150 ribu. Namun tidak serta merta hanya membayar retribusi, tapi harus ada laporan kehilangan dan bukti sudah diberitakan di media massa.

”Ya, agar nantinya tidak menyepelekan dan pemilik kendaraan bisa lebih bertanggung jawab,” terang dia.

Disinggung sosialisasi, pihaknya telah mengundang pemilik agen travel hingga angkutan AKAP se-Kota Magelang ke kantor Dishub. Mereka diberitahu tentang perubahan dari buku KIR kendaraan dengan smart card.

”Agar tidak kaget dan mereka menyambut baik sistem tersebut,” pungkas Ridho. (cr1/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: