Pastikan Protokol Kesehatan, Ganjar Pantau Kedatangan Pekerja Migran Indonesia Asal Malaysia di Bandara

BNews—SEMARANG— Kurang dari sepekan jelang Idul Fitri 1440H, puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) mulai berdatangan ke Jawa Tengah. Bandara Ahmad Yani Semarang mencatat sejak kemarin (18/5), sebanyak 57 PMI asal Malaysia dan 39 pekerja hari ini (19/5) mulai tiba di Jateng.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo datang meninjau langsung ke bandara Ahmad Yani. Ganjar ingin memastikan protokol kesehatan dan penanganan para PMI yang baru mendarat.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar berkeliling memastikan tidak ada yang terlewat dalam penanganannya. Pihak Dinas Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sudah menyiapkan semua protokol dengan baik.

”Alhamdulillah, bagus. Semuanya bisa lancar karena sudah dipersiapkan dengan baik. Sehingga, meski pengecekan secara ketat, tapi mereka kawan-kawan PMI ini tetap merasa nyaman dengan pelayanan ini,” tutur Ganjarm Selasa (19/5).

Begitu turun dari pesawat, semua PMI dibawa ke ruangan khusus yang terletak di depan Ruang Imigrasi Bandara untuk dicek kesehatannya. Mereka satu persatu langsung dilakukan rapid test serta pengecekan kesehatan lainnya oleh puluhan petugas yang dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Saat antre, mereka juga duduk dengan kursi yang diatur jaraknya.

Meski bercengkrama dengan para pekerja Indonesia yang bekerja di luar negeri, Ganjar tetap mentaati protokol kesehatan yang ditetapkan. Ia tetap menjaga jarak, memakai masker dan berkacamata khusus saat berbicara dengan para PMI dan petugas yang ada di sana.

”Mau pulang ke mana ini? Sudah rapid test, kan? Sehat-sehat, ya, jangan lupa nanti dikarantina dulu, biar semuanya aman,” ucap Ganjar dijawab siap oleh mereka, kompak.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Ganjar menjelaskan, usai dicek kesehatannya di bandara, mereka akan dibawa ke tempat karantina sementara di BPSDM Jateng. Di sana, mereka bakal menjalani pemeriksaan sebelum dijemput pihak kabupaten/ kota masing-masing untuk dikarantina di sana.

”Semua karantina di BPSDM, sambil kami komunikasi dengan kabupaten/ kota untuk dijemput. Tapi ada yang dijemput ada yang tidak. Nanti yang tidak tetap kami fasilitasi di tempat karantina kami itu,” jelasnya.

Disinggung hasil pengecekan kesehatan terhadap para PMI yang sudah tiba di Jateng, Ganjar menerangkan semuanya menunjukkan hasil yang baik. Bahkan, ia menyampaikan bila hasil tes sampai hari ini, negatif.

”Untuk PMI yang turun melalui bandara Ahmad Yani Semarang, rapid test-nya semuanya tidak reaktif. Hanya satu yang turun dari kapal (pelabuhan) ada satu yang reaktif. Kami siapkan swab test pada satu PMI itu, siang tadi, mudah-mudahan hasilnya negatif,” harap Ganjar.

Sementara itu, para PMI yang baru tiba di Jateng menyatakan siap mengikuti peraturan pemerintah. Mereka juga siap melakukan karantina selama 14 hari saat tiba di kampung halaman masing-masing.

”Saya sudah dites di Malaysia, hasilnya negatif. Tadi juga di tes di sini (bandara) hasilnya negatif. Tapi saya siap dikarantina, demi kesehatan bersama tidak masalah,” kata Karyono, PMI asal Pati.

”dak papa, lebih bagus itu. Saya siap dikarantina agar semuanya aman,” sambung Mulia, PMI asal Banyumas yang tiga tahun bekerja di Negeri Jiran. (lhr/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: