Hujan Deras, Kota Magelang Dikepung Bencana Longsor dan Banjir

BNews—MAGELANG— Hujan dengan intensitas tinggi di Kota Magelang belakangan ini menyebabkan sejumlah bencana. Pemerintah Kota Magelang mencatat ada lima titik daerah yang mengalami musibah mulai longsor hingga air sungai meluap.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono menjelaskan, musibah mulai dirasakan masyarakat sejak Senin, (13/1). Bencana paling banyak terjadi di wilayah Magelang Utara seperti di Kelurahan Kedungsari dan Potrobangsan.

”Komponen terkait sudah meninjau dan melakukan penanganan di lokasi-lokasi musibah tersebut. Warga dibantu TNI, Polri dan sejumlah relawan telah melakukan kerja bakti,” kata Joko.

Di Kelurahan Kedungsari, terjadi genangan air yang sempat merendam jalan. Hingga air bah masuk hingga perkambungan akibat luapan Kali Manggis. Wilayah terdampak diantaranya RW 6, RW 7, RW 8, RW 5.

”Kemudian di RT 6 RW 2 Kedungsari, informasinya, akses jalan menuju Rumah Khusus (Rusus) mengalami longsor setelah hujan deras,” katanya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Sementara di Kelurahan Potrobangsan, hujan juga mengebabkan debit air Kali Bening meningkat. Luapan air pun luber dan masuk ke rumah warga. Selain itu tebing talut di RT 8 RW 4 juga longsor sepanjang enam meter dan menutup akses jalan kampung setempat.

”Selain itu juga terdapat laporan tebing dengan lebar empat meter berkedalaman lima meter di Kelurahan Kramat Selatan juga longsor. Sempat menutup akses jalan,” terangnya.

Selain telah melakukan penanganan, Joko menghimbau warga setempat untuk meninhkatkanj kewaspadaan. Utamanya terhadap kemungkinan bencana susulan. Mengingat cuaca ekstrem masih akan berlanjut hingga beberapa waktu ke depan.

”Kepada lurah dan camat serta OPD terkait harus waspada terhadap bencana,” pinta Joko.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menuturkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak berwenang atas peristiwa yang terjadi di Kedungsari. Menurut dia, air sungai meluap disebabkan karena sedimen di Kali Manggis yang menumpuk.

”Kalau sedimen tidak dibersihkan maka debit air akan naik. Saya harap penanggung jawabnya punya kepekaan. Sungai melewati di tengah penduduk. Kalau sampai luber penduduk sekitar akan jadi korban,” tegas Sigit. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: