Indonesia Godok RUU Larangan Minuman Beralkohol, Uni Emirat Arab Sebaliknya

BNews–NASIONAL– Minuman berakohol akan dilarang di Indonesia melalui Rancangan Undang Undang yang tengah digodok. Namun justru sebaliknya di ibu kota negara Uni Emirat Arab yakni di Abu Dhabi, yang memperbolehkan konsumsi dan jual beli wine.

Perlu diketahui DPR sedang menggodok RUU Larangan Minuman Beralkohol yang mengatur sanksi pidana atau denda bagi peminum minuman beralkohol. Pelanggar undang-undang tersebut akan dipidana penjara paling sedikit tiga bulan, paling lama dua tahun atau denda paling sedikit Rp 10 juta dan paling banyak Rp 50 juta.

Kebalikan dengan Indonesia, Uni Emirat Arab (UEA) dan otoritas berwenang di Abu Dhabi malah telah menghapus aturan pengajuan izin untuk membeli dan mengonsumsi minuman beralkohol. Penghapusan itu menyusul dibukanya kembali hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dengan Israel.

“Kami mengumumkan penghapusan aturan pengajuan izin membeli minuman alkohol. Namun warga serta wisatawan hanya boleh membelinya di toko resmi yang telah ditentukan,” demikian bunyi surat edaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata UEA seperti dikutip detikTravel.

Dalam aturan terbaru itu, calon pembeli minuman beralkohol harus berusia minimal 21 tahun. Alkohol yang sudah dibeli pun tidak boleh dijual kembali. Serta, alkohol yang sudah dibeli harus dikonsumsi di rumah pribadi atau tempat berizin seperti kelab malam.

Aturan tentang minuman beralkohol yang baru ini pun mengakhiri area abu-abu di Uni Emirat Arab. Meskipun toko minuman keras di Abu Dhabi biasanya tidak meminta izin untuk menjual alkohol, penjualan secara teknis masih tunduk pada aturan tersebut.

Di Dubai, sistem perizinan membeli dan mengonsumsi alkohol juga sudah dilonggarkan. Penduduk hanya perlu mengisi formulir dasar, menunjukkan kartu identitas mereka, dan membayar 270 dirham (sekitar Rp1 juta) untuk mendapatkan izin.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementara itu. untuk wisatawan bisa mendapatkan izin sementara dengan menunjukkan paspor dan visa mereka di toko.

Sedangkan Indonesia malah akan melarang, lewat RUU Larangan Minuman Beralkohol. Larangan ini tentu akan berdampak pada dunia pariwisata, termasuk terhadap wisatawan asing.

“Salah satu dampaknya jelas di pariwisata, dari kacamata pariwisata salah satu fasilitas yang harus kita pertimbangkan terutama mendatangkan wisatawan asing. Terus gimana untuk pencapaian target, pajak dan banyak kaitannya,” pungkas Dwi Cahyono, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim. (*)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: