Ini Kata Ganjar Pranowo Soal Usulan Potong Gaji PNS

BNews—SEMARANG— Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan semua pihak mesti turun tangan untuk menambal kemungkinan kekurangan anggaran dalam penanganan covid-19. Salah satu kekuatan yang bisa memberi kontribusi sangat besar pada sisi tersebut adalah Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ganjar mengatakan, penanganan covid untuk skala nasional dibutuhkan anggaran yang sangat besar. Sebagai gambaran, sekelas Jateng saja, dirinya harus menyisir anggaran sebesar Rp2,2 triliun.

”Kemarin di Musrenbang, saya usulkan agar ada pemotongan gaji atau pendapatan yang bisa kita berikan kepada rakyat. Nah, bagaimana sensitivitas bisa kita berikan dalam kondisi seperti ini?” tuturnya, Sabtu (2/5).

Sesungguhnya yang diharapkan Ganjar dari pemotongan gaji ASN adalah spirit berbagi saat negara dalam kondisi krisis. Dalam Musrenbang tersebut, untuk pemotongan pendapatan, Ganjar mengambil contoh ASN golongan III.

Dengan penyebutan contoh tersebut, Ganjar berharap seluruh ASN apapun golongan dan jabatannya terketuk untuk berempati lebih. ”Sebenarnya bukan soal golongannya, bukan persentasenya. Kalaulah soal gradual bisa dilakukan, dimulai saja dari pejabatnya dulu,” katanya.

DPD PKS Magelang Ramadhan

”Maka, tadi ada yang nanya, gubernur berani tidak gajinya dipotong 85 persen. Maaf, gaji tidak pernah saya ambil sejak 2013. Saya kembalikan,” sambung Ganjar.

Jangankan sekedar gaji. Ganjar siap jika seluruh pendapatannya siap dipotong untuk penanganan covid. Asumsi dia, bila seluruh kepala daerah, bahkan sampai pusat juga punya komitmen seperti itu pasti akan memberi energi positif pada penanganan covid dan akan diikuti oleh jajarannya.

Baca juga: Sektor Wisata dan UKM di Jateng jadi Prioritas Tahap Recovery Corona

Ganjar menerangkan dengan langkah tersebut, betapa banyak kebutuhan masyarakat yang bisa tercukupi. ”Ini untuk menunjukkan komitmen. Tidak perlulah kita bicara satu tahun, tapi satu bulan, dua atau tiga bulan itu sudah bagus kita untuk mengkontribusikan itu,” terangnya.

”Maka problem yang ada dimasyarakat bisa diinsert dengan rasa kemanusiaan dan persatuan yang kita miliki. Maka masyarakat bisa merasakan kita hadir,” imbuh dia.

Meski ada yang sepakat, Ganjar tidak memungkiri ada sebagian pihak yang menolak usulannya tersebut. Pemerintah Pusat pun juga belum memberi tanggapan untuk hal itu.

Tapi karena sebagai masukan, Ganjar berharap usulan itu dipertimbangkan betul-betul agar jadi pemicu semangat untuk berempati dalam kondisi yang unpredictable. ”Empati intinya. Dan kita tunjukkan profesionalisme. Jangan lagi nanti bicara soal distribusi yang repot. Kan yang ngurus data kita, tugas dan kerjaan kita,” ucapnya.

”Maka ayo tunjukkan itu. Kita tunjukkan bahwa ya kita profesional. Artinya sensitivitas ini mesti kita bangun sebagai anak-anak bangsa secara bersama-sama,” tambahnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan merelokasi dan merealokasi anggaran untuk penanganan agar semakin banyak masyarakat diselamatkan. Bahkan di level provinsi, anggaran sebesar Rp2,2 triliun dialokasikan Gubernur Ganjar. Sementara sampai saat belum satu pakar pun yang bisa memastikan berakhirnya pagebluk covid ini.

”Saya khawatir yang diprediksi Juni akan selesai. Justru di Jateng baru sampai puncak, apalagi seperti yang disampaikan Pak Yuri dari Gugus Tugas, Semarang bisa jadi epicentrum baru. Karena transmisi lokal telah terjadi,” pungkas Ganjar. (lhr/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: