Dana Desa Terbatas, Bupati Magelang Minta Desa Lebih Mandiri dan Kreatif
- calendar_month Rab, 6 Mei 2026

BNews-MAGELANG – Pemerintah Kabupaten Magelang terus mendorong penguatan tata kelola pemerintahan desa melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa bersama Forkopimda yang digelar di Aula Kecamatan Muntilan, Selasa (5/5/2026).
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menekankan pentingnya pengembangan ekonomi berbasis desa, salah satunya melalui pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomis.
Menurutnya, pengolahan sampah dapat menjadi sumber pendapatan baru apabila dikelola secara kolektif oleh masyarakat desa. Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang melalui dinas terkait akan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung.
“Jika masyarakat mampu mengolah hingga lima ton sampah, hasilnya bisa dinikmati bersama. Bahkan, dua hingga tiga desa bisa berkolaborasi agar perputaran ekonominya tetap berada di desa,” kata Grengseng.
Program “Blonjo di Warung Tonggo” Terus Didorong
Selain pengelolaan sampah, Grengseng juga mendorong inovasi program “Blonjo di Warung Tonggo”. Program tersebut mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Magelang untuk berbelanja di warung milik warga sekitar.
Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah melalui sektor pajak.
Grengseng menjelaskan, arah kebijakan Dana Desa tahun 2026 menuntut adanya inovasi dan sinergi kuat antara pemerintah desa, kecamatan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia menyebut, total pagu Dana Desa secara nasional mencapai Rp60,57 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 58 persen atau Rp34,57 triliun dialokasikan untuk skema kebijakan tertentu, sedangkan sisanya digunakan untuk mendukung berbagai program prioritas desa.
“Dengan anggaran yang terbatas, desa harus bisa mandiri dan saling berkolaborasi karena pembangunan desa tidak berdiri sendiri, tetapi berdampak secara sosial dan ekonomi terhadap wilayah sekitarnya,” ujar Grengseng.
Desa Ngawen Fokus Tangani Stunting dan Kembangkan Bank Sampah
Kepala Desa Ngawen, Daru Hapsari, mengungkapkan bahwa desanya mengalami penurunan alokasi anggaran yang cukup signifikan. Jika sebelumnya mencapai sekitar Rp1,1 miliar, pada tahun ini anggaran yang diterima hanya sekitar Rp300 juta.
Meski demikian, Pemerintah Desa Ngawen tetap memprioritaskan sejumlah program strategis, terutama penanganan stunting dan pelayanan bagi warga berkebutuhan khusus.
“Kami memfokuskan pada penanganan stunting, termasuk bagi warga dengan kebutuhan khusus seperti ODGJ, baik dari sisi pengobatan maupun layanan Posyandu khusus,” ujar Daru.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Selain itu, Desa Ngawen juga mengembangkan pengelolaan bank sampah sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat. Dalam satu tahun terakhir, desa tersebut telah memiliki 10 unit bank sampah yang menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomis.
“Alhamdulillah, selain mendukung kebersihan lingkungan, hasil pengolahan sampah juga bisa dijual. Kami juga beberapa kali meraih penghargaan, salah satunya dalam program kampung iklim (Proklim),” lanjut Daru.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian desa, Ngawen juga mengembangkan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat guna membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal.
Desa Sedayu Optimalkan UMKM dan Ketahanan Pangan
Hal serupa disampaikan Kepala Desa Sedayu, Riyadi Suhirmanto. Meski hanya memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp373 juta pada tahun ini, Pemerintah Desa Sedayu tetap berupaya mengoptimalkan berbagai potensi lokal melalui pemberdayaan masyarakat.
“Kami tetap fokus pada pengembangan UMKM, ketahanan pangan, serta kerajinan lokal. Selain itu, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) juga memberikan kontribusi terhadap pemasukan desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah desa terus beradaptasi dengan berbagai kebijakan serta berupaya mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal agar mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar