Ini Penyebab Kasus Positif Di Kabupaten Magelang Melonjak Terus

BNews–MAGELANG– Kasus covid-19 di Kabupaten Magelang beberapa waktu terakhir memang mengalami peningkatan signifikan. Oleh karena itu Pemkab Magelang meminta masyarakat untuk tidak panik menghadapi situasi tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi saat diwawancarai awak media. Meskipun terjadi fenomena kenaikan jumlah terkonfirmasi positif di wilayahnya.

Tercatat terjadi kenaikan atau penambahan pada tanggal 6 Juli 2021 kemarin, mencapai 551 kasus terkonfirmasi baru.  Sedangkan Selasa 7 Juli 2021, terdapat 576 pasien positif baru.

Menurutnya, hal ini dikarenakan metode penentuan diagnosa di Kabupaten Magelang saat ini menggunakan swab antigen.

“Karena Kabupaten Magelang masuk dalam kriteria C dimana untuk penentuan hasil konfirmasi itu ditentukan dengan menggunakan swab antigen. Karena kalau kita menggunakan PCR rujukannya sudah sangat penuh semua baik di Salatiga maupun di Solo, sehingga untuk mempermudah mengidentifikasi dan penanganan sesegera mungkin,” katanya.

Ia juga mengungkapkan  bahwa  metode penggunaan swab antigen ini sangat baik untuk penanganan Pandemi meskipun konsekuensinya akan mengalami lonjakan angka terkonfirmasi.

“Jadi ketentuannya begitu ada tracing kasus kemudian akan langsung dilakukan swab antigen, kalau hasilnya positif maka harus dilakukan isolasi mandiri (bagi yang bergejala ringan). Dan apabila hasilnya negatif tetap harus melakukan isolasi mandiri, tetapi hari ke 5-6 harus dilakukan swab antigen ulang. Apabila hasilnya positif maka akan lanjut isolasi mandiri, tapi kalau hasilnya negatif berarti dinyatakan sehat,” ungkapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Menurutnya, dari data yang telah dihimpun kenaikan jumlah terkonfirmasi ini rata-rata berasal dari klaster keluarga. Maka Nanda juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan Protokol Kesehatan. Ia meminta dengan tegas agar masyarakat tidak keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang mendesak atau penting.

“Kami terus mendorong agar masyarakat mematuhi peraturan pemerintah dalam melaksanakan PPKM Darurat ini. Kalau tidak penting tidak usah keluar rumah, sekiranya harus keluar rumah harus mematuhi protokol kesehatan menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun. Paling penting kalau beli makanan di luar di bawa pulang saja (take away) di makan di rumah saja dengan keluarga,” tegas, Nanda.

Sementara terkait, ketersediaan oksigen di wilayah Kabupaten Magelang, Nanda mengatakan masih mengalami fluktuatif. Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Magelang tetap berusaha membantu rekan-rekan rumah sakit untuk bisa mengakses suplai oksigen; yang juga sudah menjadi konsen dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini.

“Pak Bupati sudah memerintahkan kepada kami untuk mengkomunikasikan kepada semua pihak, kita juga dibantu oleh Polres untuk penanganan krisis ketersediaan oksigen. Tapi sejauh ini alhamdulilah ada beberapa solusi-solusi yang memang fluktuatif tetapi paling tidak bisa mengatasi kebutuhan oksigen di rumah sakit,” pungkasnya. (bsn(

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: