Setahun Berdiri, SRMA 15 Magelang Buktikan Sekolah Rakyat Mampu Ubah Masa Depan Anak Miskin
- calendar_month 8 menit yang lalu

Setahun SRMA 15 Magelang Buktikan Pendidikan Sekolah Rakyat Mampu Putus Rantai Kemiskinan
BNews-MAGELANG – Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 15 Magelang menandai satu tahun perjalanan sebagai lembaga pendidikan dengan menggelar Open House sekaligus membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Momentum tersebut menjadi wujud komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, serta membuka peluang bagi peserta didik untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Kegiatan yang berlangsung di halaman SRMA 15 Magelang, Kecamatan Tegalrejo, Selasa (14/7/2026), itu juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Keluarga Nasional mengusung tema “1 Tahun Bertumbuh Anak Berdaya, Keluarga Bermakna, Sekolah Hebat.”
Bupati Magelang Grengseng Pamuji yang diwakili Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Sakir, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Magelang terus mendukung keberadaan Sekolah Rakyat sebagai upaya menghadirkan akses pendidikan yang setara sekaligus mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing.
“Hari ini adalah awal dari babak baru perjalanan kalian untuk menuntut ilmu, mengukir prestasi, dan membentuk karakter. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah merupakan jembatan penting agar siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal guru, serta membangun pertemanan yang positif,” kata Sakir.
Ia menegaskan seluruh rangkaian MPLS harus dilaksanakan secara edukatif, kreatif, humanis, dan menyenangkan tanpa adanya praktik perundungan, kekerasan maupun senioritas.
“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan ramah anak. Jadikan momentum MPLS untuk menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap sekolah sejak hari pertama,” ujarnya.
Menurut Sakir, penyelenggaraan Open House menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat secara langsung proses pendidikan yang diterapkan di SRMA 15 Magelang. Ia menilai pendidikan saat ini tidak cukup hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu mengembangkan bakat, kreativitas, serta karakter peserta didik agar siap menghadapi tantangan masa depan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Kepada para guru saya titipkan generasi penerus Kabupaten Magelang. Bimbinglah mereka dengan kesabaran dan kasih sayang agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, cerdas, kreatif, dan memiliki daya saing,” pesannya.
Sementara itu, Kepala SRMA 15 Magelang, Anisatul Masruroh, mengatakan perjalanan satu tahun Sekolah Rakyat merupakan proses membangun harapan baru bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem sebagaimana amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Menurutnya, Program Sekolah Rakyat tidak hanya bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta membekali peserta didik agar mampu mengubah masa depan keluarganya.
“Selama satu tahun ini kami berupaya sungguh-sungguh mewujudkan amanah tersebut. Open House ini bukan sekadar perayaan ulang tahun sekolah, tetapi bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat atas proses pendidikan yang kami jalankan,” katanya.
Anisatul menjelaskan, selama satu tahun terakhir para siswa mulai menunjukkan berbagai prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Di antaranya meraih Juara III Popda cabang atletik nomor lari 800 meter putri tingkat Kabupaten Magelang, menjadi Finalis Duta Genre Kabupaten Magelang, serta mengikuti berbagai ajang seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Festival Literasi, dan sejumlah kompetisi lainnya.
Selain itu, sekolah juga mengembangkan potensi peserta didik melalui beragam kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, English Club, futsal, bola voli; PMR, seni rupa, seni tari, Paskibra, hingga kewirausahaan. Organisasi OSIS, MPK, Pramuka, dan PMR juga dimanfaatkan sebagai wadah membangun kepemimpinan dan tanggung jawab siswa.
Dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, SRMA 15 Magelang terus memperkuat kapasitas guru melalui penyusunan modul ajar; pelaksanaan in house training, kelompok kerja guru, serta pembelajaran berbasis pengalaman langsung.
Peserta didik juga diajak belajar di berbagai lokasi edukatif seperti Museum Sangiran dan Keraton Yogyakarta, mengikuti kegiatan Eco Art Therapy; hingga menjalankan proyek kokurikuler bertema gaya hidup berkelanjutan, kewirausahaan, pelestarian kearifan lokal, serta penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Fasilitas sekolah pun terus dikembangkan dengan menghadirkan ruang kelas berbasis multimedia, laboratorium komputer, akses internet, serta asrama yang nyaman. Setiap siswa memiliki tempat tidur sendiri dalam lingkungan yang bersih dan sehat sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin; mandiri, dan bertanggung jawab.
SRMA 15 Magelang juga mengembangkan Perpustakaan Arunika sebagai pusat literasi. Perpustakaan tersebut aktif mengikuti Festival Literasi sekaligus menghadirkan inovasi layanan melalui Anjungan Digital dan Program Sahabat Literasi untuk meningkatkan; minat baca peserta didik.
Menurut Anisatul, berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Kementerian Sosial Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Magelang; orang tua siswa, perguruan tinggi, hingga media massa.
Kerja sama juga dilakukan bersama mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Tidar dalam pendampingan pola makan peserta didik. Sementara berbagai aktivitas sekolah turut dipublikasikan melalui media sosial serta mendapat liputan TVRI Jawa Tengah dan Radio Gemilang FM.
Setelah seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan bincang-bincang bertajuk “Ayah Selalu Hadir” yang menghadirkan sejumlah narasumber; untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya peran ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak.
Melalui kegiatan Open House tersebut, masyarakat diajak melihat secara langsung proses pembelajaran, hasil karya peserta didik, fasilitas sekolah; hingga kehidupan para siswa di asrama.
“SRMA 15 Magelang berharap keterbukaan tersebut semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Program Sekolah Rakyat sebagai investasi jangka panjang; dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” harap Anisatul.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan pendidikan, SRMA 15 Magelang berkomitmen terus berkembang sebagai sekolah yang tidak hanya melahirkan siswa berprestasi; tetapi juga mencetak generasi yang mampu memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan, pembentukan karakter, dan kesempatan yang setara bagi setiap anak. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar