Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Jateng dan Malaka Perkuat Kerja Sama Pesantren, Gus Yasin Dorong Pertukaran Santri dan Guru

Jateng dan Malaka Perkuat Kerja Sama Pesantren, Gus Yasin Dorong Pertukaran Santri dan Guru

  • calendar_month 16 menit yang lalu

BNews-JATENG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan. Kali ini, kolaborasi dengan Negara Bagian Malaka, Malaysia, akan diperluas hingga ke lingkungan pondok pesantren melalui program pertukaran santri, pertukaran guru, serta penguatan jejaring pendidikan Islam.

Rencana tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menerima kunjungan silaturahmi Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhibbin, Malaka, Malaysia, Muhammad Hadi Al Muhibbin, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin (13/7/2026).

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu, penguatan kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut dari kemitraan sister province yang telah dijalin antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Negara Bagian Malaka sejak 2025.

Melalui skema sister province, dua pemerintah daerah di negara berbeda membangun kemitraan resmi sebagai payung kerja sama di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kebudayaan, ekonomi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

“Kita nanti pastikan lagi bagaimana kerja samanya antara Malaka dengan Jawa Tengah, terkhusus antara pondok-pondok pesantren di Jawa Tengah dengan salah satu pondok yang ada di Malaka,” kata Gus Yasin.

Ia mengatakan, kemitraan yang selama ini terjalin di tingkat pemerintah daerah perlu diperluas hingga lembaga pendidikan agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Sementara ini dari ulama-ulama Indonesia dengan Malaysia ada pertukaran santri, pertukaran guru juga,” tandasnya.

Program Beasiswa Pesantren Terus Diperkuat

Selain memperluas kerja sama internasional, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren melalui Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren.

Pada tahun 2026, program tersebut mendapat antusiasme tinggi dengan total 941 pendaftar untuk jenjang S1, S2, dan S3, baik program; dalam negeri maupun luar negeri.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Untuk program luar negeri, peserta yang lolos seleksi akan melanjutkan pendidikan di sejumlah negara, di antaranya Mesir, Yaman; China, dan Filipina.

Gus Yasin menyebut minat santri dalam melanjutkan pendidikan kini semakin beragam. Tidak hanya memilih bidang ilmu keislaman, banyak santri yang mulai menekuni bidang sains, teknologi, hingga kedokteran.

Ponpes Al Muhibbin Sambut Baik Kerja Sama

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhibbin, Malaka, Malaysia, Muhammad Hadi Al Muhibbin, menyambut baik rencana; penguatan kerja sama antarpesantren tersebut.

Menurutnya, hubungan Indonesia dan Malaysia telah terjalin erat sejak masa kerajaan sehingga memiliki ikatan sejarah yang panjang.

Ia berharap kemitraan yang telah dibangun kedua pemerintah daerah dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kerja sama antarpesantren,; termasuk pertukaran pelajar serta pengembangan jejaring pendidikan Islam.

“Apabila hubungan antara pemerintah sudah terjalin dengan baik, akan lebih mudah untuk melaksanakan pertukaran pelajar antara Indonesia dan Malaysia. Silaturahmi seperti ini menjadi jalan untuk memperkuat hubungan keilmuan kedua wilayah,” katanya. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less