Ini Tarif Aborsi Dukun Yamini Salaman

BNews—SALAMAN—Yamini, 57 dukun bayi yang melakukan praktik aborsi di daerah perbukitan menorah ini mengaku kepada petugas kepolisian Polres Magelang baru delapan kali melakukan aborsi kepada beberapa pasiennya. Ia melakukan prakteknya di rumahnya sendiri di Desa Ngragoretno Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang.

 

Meskipun hanya mengaku selama delapan kali, namun dalam pembongkaran kuburan janin kemarin ditemukan 20 kantong plastik berisi tulang belulang janin bayi. “Saat diintrograsi petugas, Ia mengaku menjadi dukun bayi ini sudah selama kurang lebih 25 tahun,” ungkap Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo.

ABORSI : Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo saat menunggui tim Forensik Polres Magelang terhadap barang bukti tulang belulang janin korban aborsi (19/6)--(Foto--istimewa)
ABORSI : Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo saat menunggui tim Forensik Polres Magelang terhadap barang bukti tulang belulang janin korban aborsi (19/6)–(Foto–istimewa)

Yamini ini melakukan praktek aborsi dengan cara pijet atau diurut secara berkala di perut perempuan yang ingin di aborsi. “Biasanya tersangka ini memasang tariff sekali paket aborsi sekitaran Rp 2 juta rupiah tiap satu pasiennya,” imbuh Kapolres.

 

Hari Purnomo juga menambahkan, bahwa dalam pembongkaran barang bukti berupa 20 kantong plastic yang berisi tulang belulang bayi tersebut berada di halaman belakang rumah tersangka. “Setelah dibongkar isi plastic tersebut isinya berupa tulang belulang bayi, mulai dari kaki, iga, tangan, tempurung kepala, hingga bayi utuh,” tambahnya.

ABORSI :Proses tim forensik memadukan tulang-tulang janin bayi yang menjadi korban aborsi di Ngargoretno Salaman Kabupaten Magelang (19/6)--(Foto--Istimewa)
ABORSI :Proses tim forensik memadukan tulang-tulang janin bayi yang menjadi korban aborsi di Ngargoretno Salaman Kabupaten Magelang (19/6)–(Foto–Istimewa)

Selama ini, pasien yang meminta tolong jasa aborsi dari ibu enam anak itu berasal dari berbagai daerah, baik Magelang maupun luar Magelang. Pasien terakhir yakni NH (40) warga Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, yang saat ini juga ditetapkan sebagai tersangka.

 

Loading...

Atas temuan kasus ini, polisi menetapkan tiga orang tersangka. Yakni Yamini, pasien NH dan suami sirinya. Ketiganya terancam pasal 80 ayat 3 dan pasal 80 ayat 4 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancapan penjara selama 15 tahun atau denda 3 Milyar rupiah. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: