Ini Vonis Seorang Guru Sebagai Terdakwa Kasus Susur Sungai di Turi Sleman

BNews—SLEMAN—Salah satu terdakwa kasus tragedi susur sungai SMP Negeri 1 Turi, berinisial IYA, 36, divonis bui 1 tahun 6 bulan. Ia terbukti melakukan tindak pidana kasus tersebut hingga menewaskan 10 siswi pada Februari lalu.

Ketua Majelis Hakim Annas Mustaqim mengatakan vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sihid I yakni 2 tahun penjara. Terdakwa IYA telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.

Adapun hal yang meringankan terdakwa dari hukuman adalah IYA telah menyesali perbuatannya. Selain itu terdakwa juga telah memberikan santunan kepada para keluarga korban yang meninggal dunia.

Majelis hakim menyatakan terdakwa memenuhi Pasal 359 KUHP dan 360 (2) KUHP Jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP. 

”Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa penjara 1 tahun dan 6 bulan, dipotong masa tahanan,” kata Hakim Annas. Dikutip dari Kumparan.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Terkait putusan ini kuasa hukum terdakwa, Oktryan Makta mengatakan pihaknya belum memutuskan untuk banding. “Kami pikir-pikir Yang Mulia,” kata kuasa hukum terdakwa, Oktryan Makta.

Sementara itu untuk dua terdakwa lainnya juga akan menjalani sidang putusan pada hari yang sama. Diketahui bahwa IYA merupakan salah satu dari tiga pembina Pramuka sebagai tersangka tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman, yang berujung maut.

Sebanyak 249 siswa kelas 7 dan 8 SMPN 1 Turi mengikuti kegiatan Pramuka susur sungai di Sungai Sempor, Turi, Donokerto, Sleman, Jumat (21/2/2020) sore. Ketika itu sungai meluap hingga membuat sejumlah siswa hanyut. Saat divakuasi, 10 orang tewas dan puluhan lainnya terluka. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: