Ini yang Dilakukan Panwaslu Tekan Money Politic

Guna menekan terjadinya money politik dalam pesta demokrasi 2018 ini, Panitia Pengawas kabupaten Magelang menggelar Sosialisasi pengawasan partisipatif serta  launching keluarga anti money politik kepada perwakilan Kader se Kabupaten Magelang (6/6).

BNews-BOROBUDUR- Guna menekan terjadinya money politic dalam pesta demokrasi 2018 ini, Panitia Pengawas Kabupaten Magelang (Panwaskab) menggelar Sosialisasi pengawasan partisipatif serta launching keluarga anti money politik kepada perwakilan Kader se Kabupaten Magelang (6/6). Sebanyak 100 peserta dari Kader perwakilan Kecamatan ikut hadir dalam acara ini.

 

Acara yang digelar di Balkondes Wringinanom Borobudur Kabupaten Magelang ini dihadiri juga oleh Ketua Komisioner Bawaslu Provinsi Fajar Saka , PJS Bupati Magelang Tavip Supriyanto, Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo, Wakil DPRD Kabupaten Magelang Yogyo S, dan Kejari Magelang Eko Hening. Konsep acara sosialisasi ini adalah sarasehan bersama dan deklarasi dengan pemukulan pentongan dan penyalaan lilin bersama.

 

Dalam pembukaan acara Ketua Panwaskab Magelang, M.Habib Sholeh menjelaskan bahwa Deklarasi Anti money politik ini sebisa mungkin mencegah terjadinya money politik. “Karena praktik Money politik itu jelas haram dan menciderai demokrasi,” katanya.

 

Sementara Pjs Bupati, Tavip Supriyanto menyampaikan semoga kegiatan ini bisa ditiru di wilayah lain. ” Dan terkait ini money politik ini merupakan awal dari tindak korupsi,” katanya.

 

Dan kita ketahui bersama selama ini kurang lebih 17 kepala daerah sudah tertangkap tangan kasus korupsi. “Biasanya hal ini karena dikala mereka ingin menjabat biasanya mencari ongkos politik, sehingga saat menjabat pasti akan berpikiran bagaimana mengembalikannya seperti jual beli jabatan ataupun proye,” imbuhnya.

 

“Saya berharap dengan tidak adanya money politic di Magelang, mudah mudahan menginspirasi panwas kabupaten dan kota lain untuk melakukan hal yang sama,” tandasnya.

 

Sedangakan Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Fajar SAKA mengungkapkan bahwa berpartisipasi dalam anti money politik paling cepat menyampaikannya melalui keluarga. “Jika orang tua bisa memberikan pendidikan anti money politik, apa lagi sejak dini makan harapannya money politik kedepannya tidak ada,” katanya.

 

Fajar menambahkan, secara teknis sosialisasi anti money politik sangat bermanfaat bagi semua masyarakat, meskipun dalam benak siapapun mungkin money politik bisa dikatakan lazim namun sebenarnya itu merupakan pidana pemilu. “Dan kabupaten Magelang sudah mempelopori kampung anti money politik pertama kali nasional, sekarang sudah di contoh di wilayah lain dan kembali sekarang Magelang melompori keluarga anti money politik,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: