Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Jaga Ketahanan Pangan, Vita Ervina Dorong Pengembangan Program P2L

Jaga Ketahanan Pangan, Vita Ervina Dorong Pengembangan Program P2L

  • calendar_month Kam, 13 Okt 2022

BNews—MAGELANG— Masalah pangan dan pertanian disebabkan oleh berbagai aspek yang saling terkait dan mempengaruhi. Hal itu disampaikan  anggota DPR RI Komisi IV, Vita Ervina dalam Bimbingan Teknis Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), di Wisma Sejahtera Kota Magelang, Rabu (12/10/2022).

Dia menyebut, penyebab kurang pangan disebabkan antara lain karena penduduk tidak memiliki akses terhadap sumber-sumber produksi pangan seperti tanah, air, input pertanian, modal dan teknologi.

“Di negara-negara sedang berkembang penyebab utama ketahanan pangan adalah lemahnya akses terhadap lahan untuk memproduksi pangan. Salah satu cara mengatasi masalah lahan sekaligus mewujudkan ketahanan pangan keluarga adalah mengoptimalkan fungsi lahan pekarangan,” kata Vita dalam sambutannya.

Vita menjelaskan, sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, dirinya terus berupaya untuk mengoptimalkan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Kegiatan P2L merupakan upaya untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan bagi rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan. Yang beragam, bergizi seimbang, dan aman serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.

”Dalam rangka mencapai upaya tersebut kegiatan P2L dilakukan melalui pendekatan pengembangan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture), pemanfaatan sumberdaya lokal (local wisdom). Pemberdayaan masyarakat (community engagement), dan berorientasi pemasaran (go to market),” jelasnya.

Untuk memastikan tercapainya program P2L ini, lanjut Vita, dibutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Karena program ini nantinya akan berdampak pada peningkatan pendapatan rumah tangga. Terlihat dari hasil panen di lahan yang dikembangkan untuk dapat dijual kepada mitra UMKM yang bergerak di bidang makanan.

”Juga meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat dengan sayuran dan hasil pekarangan yang organik, bebas pestisida sekaligus mendukung program nasional penurunan stunting dengan cara pemenuhan gizi seimbang pada bayi dan balita,” imbuhnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Vita memaparkan, pemberdayaan kelompok masyarakat akan terus dilibatkan dalam setiap tahapan kegiatan pengembangan rumah bibit, demplot, pertanaman, pasca panen hingga pemasaran. Sehingga bukan hanya pemanfaatan pekarangan akan tetapi masyarakat mendapatkan ilmu tentang bercocok tanam yg baik dan sehat serta tepat guna sekaligus ilmu produksi dan marketing hasil panen.

”Sehingga dapat mengemas dan memasarkan hasil panen P2L nya menjadi sebuah produk sayuran yang bernilai jual tinggi seperti yang dijual di supermarket,” paparnya.

Dia pun berharap, kegiatan ini bisa sebagai ajang menjalin komunikasi, koordinasi, bantuan dan tentunya pengetahuan dalam skema pembiayaan dibidang pertanian. Sehingga harapannya petani mampu meningkatkan produktivitasnya dan secara ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan.

Sebagai informasi, para peserta dalam Bimbingan Teknis P2L ini adalah ketua atau perwakilan kelompok wanita tani dan kelompok masyarakat penerima bantuan Program Pekarangan Pangan Lestari pada Tahun 2021 sebanyak 13 kelompok. Dan Tahun 2022 yang saat ini dalam proses realisasi sejumlah 15 kelompok. Ada pula staff bidang ketahanan pangan dinas pertanian dan pangan Kabupaten magelang. (mta)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less