Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Jajaran Radio Lawas Dipamerkan di Kota Magelang, Ajang Nostalgia dan Edukasi

Jajaran Radio Lawas Dipamerkan di Kota Magelang, Ajang Nostalgia dan Edukasi

  • calendar_month Jum, 29 Sep 2023

BNews—MAGELANG— Pameran radio lawas bertajuk ‘Lawasan Saklawase 01’ digelar di Loka Budaya Soekimin Adiwiratmoko, Kota Magelang selama empat hari mulai 28 September hingga 1 Oktober 2023. Sedikitnya ada 100 radio tempo dulu dan beberapa arsip lawasan yang ditampilkan.

Kurator pameran Dimas Indra Febriyanto mengatakan, pameran kali ini mengusung tema ‘romansa radio’. Ada sedikitnya 100 radio yang dipamerkan, baik jenis radio transistor maupun tabung dari tahun 1930-an hingga 1990-an.

“Saya bawa 60-an radio. Memang ada beberapa radio yang unik,” katanya, Kamis (28/9/2023).

Dia menjelaskan, pameran ini bertujuan untuk lebih merayakan radio. Dimas menilai, belum banyak masyarakat yang mengetahui jenis-jenis radio lawasan, terutama generasi muda.

Sehingga, kegiatan ini dirasa cocok untuk kampanye dan membangkitkan memori masa dulu ketika melihat radio di pameran tersebut.

Lanjut Dimas, dalam pameran tersebut ada radio tabung dengan merek Pilip yang masih disegel dari sejak zaman pemerintahan Jepang. Tak hanya merek Pilip, ada juga merek lain seperti Telesonic, Noble, Gema Nusantara, Citizen, Sanyo, hingga National. 

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Selain itu, ada juga radio saku hingga radio kabinet. Radio-radio tersebut dapat menangkap gelombang medium wave (MW) atau sekarang disebut amplitude modulation (AM) untuk siaran lokal.

Sedangkan short wave (SW) untuk menangkap siaran luar negeri. Dulunya, kata dia, memang belum ada frequency modulation (FM).

“Kalau radio yang SW itu biasanya digunakan orang Belanda yang masih tinggal di Indonesia untuk mendengarkan berita di negaranya,” jelas Dimas yang juga kolektor radio ini.

Ketua Dewan Kesenian Kota Magelang Muhammad Nafi menuturkan, kegiatan ini diinisiasi oleh komunitas pecinta radio lawas.

 “Untuk seri pertama ini bertajuk Romansa Radio. Intinya kami memamerkan radio dari masa ke masa, baik dari sisi bendanya maupun budayanya,” tuturnya.

Rencananya, kegiatan semacam ini bakal terus digiatkan. Selain sebagai sarana untuk membangkitkan memori masa lalu, juga sebagai edukasi kepada masyarakat secara umum. Dengan begitu, mereka juga bisa terlihat dan bergerak untuk nguri-uri barang lawasan. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less