Jamaah Terawih di Malam Pertama di Sejumlah Masjid di Kabupaten Magelang Penuh Sesak

BNews—SECANG— Sejumlah masjid di Kabupaten Magelang terutama di daerah pedesaan tetap menggelar shalat Terawih berjamaah meski dalam suasana pandemi Covid-19. Bahkan jamaah terpantau penuh sesak sampai keluar masjid.

Seperti yang terlihat di Masjid Al Amin Pancuranmas Secang. Shalat terawih tetap penuh tadi malam. Beberpaa jamaah harus shalat di halaman.

Di Candisari Secang pun demikian. Juamlah jamaah Shalat Terawih membludak tadi malam (23/4/2020). Jamaah nampak berbondong bondong ke masjid di Pinggir Jalan Pucang-Grabag tersebut.

Dari pantaun sejumlah Masjid di pinggiran Kabupaten Magelang seperti di Grabag Sholat Tarawih cukup ramai seperti Bulan Suci Ramadhan sebelumnya. Meski demikian tak bisa dipungkiri beberapa masjid ada yang masih sepi.

Seperti di Masjid Kauman Grabag. Pantuan borobudurnews masjid nampak sepi karena pembatasan  di masa Pandemi Covid-19.

TAAT SURAT EDARAN BUPATI MAGELANG

Hal tersebut setelah Bupati Kabupaten Magelang, Zaenal Arifin SIP mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 451/1342/01.03/2020 kemarin 23 April 2020. Dimana surat tersebut tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H ditengah Pandemi Covid-19.

Loading...

Dalam SE tersebut, Umat Islam diwajibkan menjalankan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri dengan baik berdasarkan ketentuan Fikih Ibadah. Dalam surat tersebut juga mengatur juga tentang sahur dan buka yang dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu sahur on the road atau buka bersama.

Dalam SE yang ditandatangani Sekda Kabupaten Magelang, Adi Waryanto juga terkait Sholat Tarawih dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti. Tilawah atau Tadarus Al-Qur’an dilakukan dirumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan Tilawah Al-Qur’an.

Selanjutnya, peringatan Nuzulul Qur’an dalam bentuk tabligh dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar, baik di lembaga pemerintah, swasta, masjid maupun mushala ditiadakan. “Buka puasa bersama baik dilaksanakan di instansi atau lembaga swasta, masjid dan lainnya juga ditiadakan. Kemudian, tidak melakukan i’ktikaf sepuluh malam terakhir,” ungkap Adi Waryanto yang juga Koordinator Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan.

Ia menjelaskan hal ini disampaikan untuk mencegah dan mengurangi resiko penyebaran virus covid 19. “Diharapkan masyarakat di Kabupaten Magelang bisa memperhatikan hal tersebut,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: