Jogja Terendah, Ini Daftar UMP Tahun 2021 di 34 Provinsi di Indonesia

BNews–NASIONAL– Keputusan Pemerintah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) untuk periode 2021 tidak mengalami kenaikan atau sama dengan besaran UMP 2020. Hal tersebut tentunya menimbulkan polemik di kalangan buruh pekerja.

Keputusan tersebut berdasarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/11/HK.04/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Tahun depan Upah Minimum Provinsi [UMP] dihimbau untuk tidak dinaikkan,” kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah beberapa hari lalu.

Sebagian besar provinsi di Indonesia memang memutuskan untuk tidak menaikkan UMP 2021 bagi pekerja. Meski demikian, ada ternyata ada beberapa provinsi yang menaikkan UMP.

Kelima provinsi yang menaikkan UMP di tengah pandemi Covid-19, antara lain DKI Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi kepala daerah pertama yang mengumumkan menaikkan UMP, yaitu sebesar 3,27 persen.

Ganjar mengatakan bahwa UMP Jateng tahun depan sebesar Rp1.798.979,12, meningkat dibandingkan dengan UMP tahun 2020 yang sebesar Rp1.742.015.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Kami sudah menggelar rapat dengan berbagai pihak dan sudah mendengarkan masukan. Sudah kami tetapkan UMP Jateng tahun 2021 sebesar Rp1.798.979,12,” kata Ganjar, Jumat (30/10/2020).

Kepala Daerah lain yang juga memutuskan menaikkan UMP adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Orang nomor 1 di Ibu Kota tersebut mengerek UMP DKI 2021 3,27 persen, menjadi Rp4.416.186,548 dari UMP 2020 sebesar Rp4.276.349.

Namun, kebijakan kenaikan ini bersifat asimetris, dimana pelaku usaha diperkenankan untuk tak mengikuti ketentuan dengan sejumlah syarat.

“Bagi kegiatan usaha yang terdampak Covid-19, maka kami menetapkan UMP 2021 tidak mengalami kenaikan atau sama dengan UMP 2020. Sedangkan, kegiatan yang tidak terdampak Covid-19 dapat mengalami kenaikan UMP 2021 yang besarannya mengikuti rumus pada PP No. 78 Tahun 2015,” kata Anies, Minggu (1/11/2020).

Berikut daftar UMP di 34 provinsi yang berlaku untuk 2021:

1. Nangroe Aceh Darussalam Rp 3.165.031

2. Sumatera Utara Rp 2.499.422

3. Sumatera Barat Rp 2.484.041

4. Sumatera Selatan Rp 3.043.111

5. Riau Rp 2.888.563

6. Kepulauan Riau Rp 3.005.383

7. Jambi Rp 2.630.161

8. Bangka Belitung Rp 3.230.022

9. Bengkulu Rp 2.213.604

10. Lampung Rp 2.431.324

11. DKI Jakarta Rp 4.416.186 (naik 3,27 persen dengan syarat)

12. Jawa Barat Rp 1.810.350

13. Jawa Tengah Rp 1.798.979 (naik 3,27 persen)

14. Jawa Timur Rp 1.868.777 (naik 5,5 persen)

15. Daerah Istimewa Yogyakarta Rp 1.765.000 (naik 3,54)

16. Banten Rp 2.460.968

17. Bali Rp 2.493.523

18. Kalimantan Selatan Rp 2.877.447

19. Kalimantan Timur Rp. 2.981.378

20. Kalimantan Barat Rp 2.399.698

21. Kalimantan Tengah Rp 2.903.144

22. Kalimantan Utara Rp 3.000.803

23. Sulawesi Selatan Rp 3.165.876 (naik 2 persen)

24. Sulawesi Utara Rp 3.310.723

25. Sulawesi Tenggara Rp 2.552.014

26. Sulawesi Tengah Rp 2.303.710

27. Sulawesi Barat Rp 2.571.328

28. Gorontalo Rp 2.586.900

29. Nusa Tenggara Barat Rp 2.183.883

30. Nusa Tenggara Timur Rp 1.945.902

31. Maluku Rp 2.604.960

32. Maluku Utara Rp 2.721.530

33. Papua Rp 3.516.700

34. Papua Barat Rp 3.134.600

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: