Kasus Covid-19 Di Kabupaten Magelang Meningkat, Prokes Harus Sangat Ketat

BNews–MAGELANG-– Dalam kurun waktu seminggu terakhir, angka kasus covid-19 di wilayah Kabupaten Magelang mengalami peningkatan. Meski tidak terlalu siginifikan, kenaikan tersebut harus tetap diwaspadai terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi. Dimana disampaikannya saat prescon dengan awak median di Comand Center Pemkab Magelang kemarin (7/5/2021).

“Sesuai yang telah di sampaikan oleh Mendagri bahwa satu kasus terkonfirmasi positif pun harus betul-betul di cermati. Hal ini harus menjadi perhatian bersama untuk menekan angka penularan Covid-19,” katamya.

Untuk diketahui, dari data terakhir Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang per tanggal 7 Mei 2021 sore jumlah kasus terkonfirmasi yang semula 273 terkonfirmasi positif ada tambahan. Yakni  penambahan 41 kasus terkonfirmasi baru dan sembuh 13 orang sehingga masih 300 warga positif covid.

“Angka terkonfirmasi dan angka kesembuhan juga lebih tinggi angka terkonfirmasi. Nah ini juga harus menjadi perhatian kita bersama,” imbuhnya.

Melihat kondisi tersebut, Nanda menegaskan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Magelang tetap dalam kewaspadaan yang tinggi. Utamanya menjelang Idul Fitri harus menjaga Protokol kesehatan dengan sangat ketat.

“Sekali lagi tidak hanya ketat, tetapi harus sangat ketat,” tegasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Lanjut Nanda, seperti yang telah disampaikan kebijakan Pemerintah Pusat terkait peniadaan kegiatan mudik harus betul-betul disebarluaskan. Menurutnya, kebijakan Pemerintah tentang peniadaan mudik tidaklah cukup populer, namun hal tersebut tidak lain untuk menjaga keselamatan bersama.

Telah disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri pada saat vidcon beberapa waktu yang lalu, jangan sampai Indonesia seperti di India. Yakni yang telah mengalami ledakan jumlah terkonfirmasi positif akibat kegiatan tradisi yang terkait dengan keagamaan.

“Sehingga kita yang memiliki tradisi seperti mudik, kemudian merayakan Idul Fitri dengan keluarga (dari luar daerah) untuk saat ini kita masih harus menahan terlebih dahulu,” beber, Nanda.

Sementara untuk kegiatan sholat Idul Fitri, Nanda menambahkan bahwa, sudah ada pedoman dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Yakni, sholat Idul Fitri diperbolehkan dengan catatan untuk desa dalam kategori zona hijau dan kuning.

“jadi kalau ada desa yang berada dalam kategori zona oranye apalagi zona merah, ini diminta untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah masing-masing,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: