Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Grengseng Pamuji Kagum Kembang Kol Tumbuh di 400 Mdpl, Petani Magelang Diajak Tinggalkan Cara Lama

Grengseng Pamuji Kagum Kembang Kol Tumbuh di 400 Mdpl, Petani Magelang Diajak Tinggalkan Cara Lama

  • calendar_month 42 menit yang lalu

BNews-MAGELANG – Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, meninjau Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tegalrejo sekaligus menggelar saresehan bersama para petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Senin (6/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Grengseng memberikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian di Kecamatan Tegalrejo yang dinilai aktif menyusun data sekaligus menghadirkan berbagai inovasi di sektor pertanian.

Salah satu terobosan yang mendapat perhatian adalah keberhasilan membudidayakan tanaman kembang kol di kawasan dengan ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut (mdpl), padahal tanaman tersebut umumnya tumbuh optimal di wilayah berketinggian sekitar 1.000 mdpl.

Menurut Grengseng, inovasi seperti itu perlu terus dikembangkan sebagai peluang bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komunikasi Petani dan PPL Harus Berjalan Baik

Meski mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan, Grengseng menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian sangat bergantung pada komunikasi yang baik antara petani dan penyuluh pertanian.

Ia menilai hubungan tersebut tidak harus berlangsung secara formal, tetapi yang terpenting mampu menciptakan komunikasi yang lancar sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat segera diatasi.

“Komunikasi antara PPL Pertanian dan para petani ini tidak perlu yang formal-formal, biasa saja, yang penting pola komunikasi bisa lancar,” kata Grengseng.

Bupati Magelang Ajak Petani Terapkan Pertanian Berbasis Sains

Pada kesempatan itu, Grengseng juga mengajak para petani, khususnya generasi muda, untuk menerapkan pertanian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurutnya, pola pertanian modern tidak lagi hanya mengandalkan intuisi maupun kebiasaan turun-temurun tanpa memahami parameter ilmiah yang memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Melalui pendekatan berbasis sains, berbagai persoalan pertanian dapat dianalisis secara lebih akurat, mulai dari tingkat kejenuhan tanah, kebutuhan unsur hara, ketersediaan air, hingga kondisi cuaca yang kini semakin sulit diprediksi.

“Bila kondisi lahan pertaniannya kesulitan air, maka tanaman apa yang lebih cocok ditanam, itu semua harus menggunakan basis ilmu pengetahuan, tidak bisa pakai pakem orang tua zaman dulu,” ujar Grengseng.

BPP Tegalrejo Didorong Jadi Laboratorium Pertanian

Grengseng juga mendorong agar Balai Penyuluhan Pertanian dimanfaatkan sebagai lahan percontohan sekaligus laboratorium pertanian.

Menurutnya, BPP dapat menjadi pusat kajian yang menghasilkan standar operasional prosedur (SOP) budidaya berdasarkan hasil penelitian dan kondisi lokal sehingga dapat diterapkan langsung oleh para petani.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Dengan adanya kajian ilmiah tersebut, diharapkan risiko gagal panen dapat ditekan.

“Dangan seperti ini maka akan mengurangi musibah utama bagi para petani yaitu gagal panen,” ungkapnya.

PPL Kini Berstatus ASN Kementerian Pertanian

Sementara itu, Kepala Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kecamatan Tegalrejo, Nourma Widyaningsih, menjelaskan bahwa penyuluh pertanian kini telah mengalami perubahan status kepegawaian.

Sejak 1 Januari 2026, seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah Kementerian Pertanian RI.

Meski demikian, menurut Nourma, perubahan status tersebut tidak mengurangi komitmen para penyuluh dalam mendampingi petani; serta memajukan sektor pertanian di Kabupaten Magelang.

Ia menegaskan, hubungan kemitraan antara pemerintah daerah dan penyuluh pertanian tetap berjalan secara sinergis demi memperkuat ketahanan pangan daerah.

BPP Tegalrejo Bangun Pusat Data Pertanian

Nourma mengungkapkan, kunjungan Bupati Magelang menjadi momentum penting bagi pengembangan BPP Tegalrejo sebagai pusat data pertanian.

Ia mengaku masih mengingat arahan Bupati agar BPP berkembang menjadi pusat data pertanian, laboratorium pertanian, tempat edukasi, pusat konsultasi; hingga Klinik Agro Bisnis bagi para petani.

Menurutnya, upaya tersebut mulai diwujudkan melalui pembangunan sistem pengelolaan data pertanian yang terintegrasi.

“Dengan pusat data pertanian, kami sudah mulai membangun dan menyajikan sistem pengelolaan data pertanian yang terintegrasi,” beber Nourma.

Selain itu, BPP Tegalrejo juga telah mengembangkan kebun Laboratorium Klinik Agro Bisnis yang terus ditata dan dioptimalkan sebagai lokasi konsultasi; pembelajaran, serta pengembangan inovasi pertanian yang lebih ramah bagi para petani. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less