Jokowi Berpeluang Maju Lagi di Pilpres 2024

BNews—NASIONAL— Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari blak-blakan jika dalam politik tidak ada yang tak mungkin. Begitu juga dengan kabar Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa maju kembali pada periode ketiga.

Menurut Qodari, Jokowi bisa dicalonkan kembali untuk tiga periode. Asal bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

Salah satu indikatornya, masuknya Prabowo ke jajaran Kabinet Indonesia Maju, ternyata mampu meredam keterbelahan di level masyarakat. Dan jumlah hoaks menurun 80 persen.

”Itu salah satu indikatornya, hal ini juga yang kemudian membuat saya melihat, ide dan gagasan Jokowi tiga periode asal sama Prabowo itu, menjadi suatu yang mungkin terjadi,” kata Qodari dalam keterangannya pada akhir Desember 2020.

”Artinya, dengan cara bergabungnya dua tokoh yang selama ini menjadi simbol representasi masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Dengan paket Jokowi-Prabowo tersebut, ruang bagi para pelaku yang menggunakan isu agama untuk menjatuhkan lawan akan tertutup. ”Maka ruang untuk tokoh-tokoh yang mau menggunakan isu-isu agama untuk kemenangan Pilpres itu menjadi terisolasi, tertutup katakanlah begitu. Karena dua tokoh tersebut sudah bergabung istilahnya cebong dan kampret sudah bergabung begitu,” jelasnya.

Sementara itu, pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan, Jokowi tidak mungkin maju kembali sebagai calon presiden pada Pilpres 2024, jika mengacu pada konstitusi. Pasalnya, mantan gubernur DKI Jakarta itu sudah menjabat sebagai presiden sebanyak dua periode.   

”Jadi, tidak mungkin maju lagi, karena konstitusi (UUD 1945) membatasi presiden dengan dua periode jabatan. Masyarakat juga ingin mengubah keadaan dengan Pemilu 2024 nanti,” kata Ujang Komarudin, Rabu (17/2). 

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Menurut Ujang, Jokowi dimungkinkan maju kembali sebagai calon presiden, jika dilakukan amandemen terhadap UUD 1945. ”Terutama pasal yang mengatur pembatasan presiden satu periode dan dapat dipilih kembali pada periode berikutnya, kalau itu bisa diubah, Jokowi bisa saja maju lagi,” bebernya.  

Lebih lanjut direktur eksekutif Indonesia Political Review ini menyimpulkan, bisa tidaknya Jokowi maju kembali sebagai calon presiden, sepenuhnya tergantung pada perkembangan politik ke depan. Jika disepakati untuk dilakukan amendemen terhadap UUD 1945, maka peluang tersebut sangat terbuka.

”Mari kita lihat perkembangan politik dalam dua tahun ke depan, sebelum Pilpres 2024 digelar. Biasanya semua akan terlihat menjelang Pemilu,” ungkap Ujang Komarudin.

Namun, Ujang blak-blakan mengatakan demokrasi akan tercederai jika para pengambil kebijakan memaksakan Jokowi maju kembali. ”Saya kira tak akan sehat bagi demokrasi, jika dipaksakan tiga periode. Kan itu pasal pembatasan masa jabatan presiden dua periode diatur dalam konstitusi, demi kebaikan,” ujar Ujang Komarudin. 

Dosen di Universitas Al Azhar Indonesia ini kemudian menjabarkan alasan pembatasan terhadap masa jabatan presiden. ”Kekuasan dibatasi itu agar tak korup. Kekuasaan yang terlalu lama dipegang seseorang itu cenderung korup, akan cenderung disalahgunakan,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: