Jualan 12 Ribu Butir Pil Koplo, Ibu-ibu Pedagang Nasi Kucing di Jogja Diciduk

BNews—JOGJAKARTA— Seorang penjual angkringan berinisial MY, 52, nekat nyambil jualan pil koplo. Warga Kalasan, Sleman ini berjualan pil jahat lantaran membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

Saat ditangkap, polisi berhasil mengamankan 12 ribu butir pil koplo dari tangan pelaku. Ia iamankan bersama teman pria ID, 33, yang merupakan tetangganya. 

Dirresnarkoba Polda DIY Kombes Pol Ary Satriyan membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, dari penangkapan dua tersangka, polisi juga mengamankan ribuan pil koplo jenis Tri Hexyphenidyl.

”Kita juga amankan uang tunai Rp35 ribu dari hasil penjualan. Karena tersangka ini menjual pil koplo dengan paket kecil berisi sepuluh butir, seharga Rp35 ribu,” katanya, Jumat (2/7).

Dari hasil interogasi, tersangka mengaku mendapatkan barang tersebut dari temannya, melalui media sosial. Tersangka kemudian membeli 12 Botol berisi 12 ribu butir pil Tri Hexphinidhil seharga Rp10,8 juta.

Dijelaskan, terungkapnya kasus ini berkat adanya informasi dari masyarakat yang menyebut ada peredaran narkoba di daerah Kalasan. Info yang diterima polisi, pil koplo ini dijual seorang pedagang angkringan.

Petugas lantas menindaklanjuti kebenaran informasi itu dengan melakukan penyelidikan. Benar saja, polisi mendapati seorang ibu rumah tangga yang berjualan pil koplo sambil berdagang angkringan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Setelah kita tindaklanjuti, ternyata informasi itu benar. Kemudian kita lakukan penangkapan pelaku beserta barang buktinya,” terangnya.

Ary menyampaikan, dari hasil pemeriksaan terhadap MY, ia mengaku berbisnis bersama tetangganya, ID. Polisi pun kemudian meangkap ID di rumahnya. Petugas lantas mengamankan barang bukti 12 ribu pil koplo dari tangan keduanya.

Dijelaskan, pelaku nekat menjual obat-obatan karena hasil jual angkringan tidak cukup untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Terlebih ia harus menghidupi anak-anaknya.

”Untuk mengelabui petugas, tersangka MY hanya melayani pembeli di tempat angkringannya berjualan,” paparnya.

Kepada polisi, tersangka MY mengaku berjualan pil koplo secara langsung kepada para konsumennya. Sasaranya adalah para sopir truk dan bus yang berasal dari luar kota yang mampir di warung angkringan miliknya. 

”Saya tidak menawarkan, mereka sendiri yang datang ke warung. Karena mereka tanya Saya layani,” akunya. 

Atas perbuatannya, kedua tersangka saat ini harus mendekam di sel tahanan Ditresnarkoba Mapolda DIJ. Mereka jerat dengan pasal 197 UU RI NO 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman sepuluh tahun kurungan badan. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: