Kabupaten Magelang Zona Kuning, Pembelajaran Tatap Muka Lihat Kondisi Lapangan

BNews–MUNGKID-– Pembelajaran tatap muka bagi pelajar di sekolah wilayah Kabupaten Magelang menunggu izin. Dimana ijin tersebut dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Magelang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin, mengatakan, selain ijin itu, salah satu syarat lainya yakni wilayah sudah zona kuning Covid-19.

“Minimal sudah zona kuning, sudah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka. Siswa bisa masuk ke sekolah kembali,” katanya (11/8/2020).

Menurutnya, yang paling pertama izin dari Pemerintah melalui GTPP Covid-19 Kabupaten Magelang turun. Rencana pihaknya Minggu depan akan mengajukan izin ke Gugus Tugas.

“Tunggu besok ya, karena baru ada webinar lagi besok. Dan izin minggu-minggu depan sambil melihat perkembangan di wilayah Kabupaten Magelang terkait covid-19,” uarnya.

Selain izin GTPP, pastinya pihak sekolah juga sudah menyiapkan protokol kesehatan di era era kenormalan baru. “Terpenting juga syarat terakhir adalah izin dari orang tua atau wali murid agar duperbolehkan kembali belajar di Sekolah,” imbuhnya.

Dan perlu diketahui, lanjut Aziz bahwa menurut informasi dari laman https://covid19.go.id/peta-risiko, status Kabupaten Magelang adalah zona kuning.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Informasi itu terlampir dalam materi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang kami terima 2 Agustus 2020 lalu. Sekarang cek aja dan masih zona kuning,” ungkapnya.

Ia menyampaikan juga, meskipun disitu sudah zona kuning namun tetap melihat kondisi lapangan sekarang dimana di Kabupaten Magelang masih ada 28 Pasien positif Covid. “Ya semoga penularan akan terus menurun dan menjadi zona hijau,” harapnya.

Terkait dengan syarat, izin dari orang tua siswa, menurut Aziz, hal tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada orang tua siswa. Tentunya untuk memberikan izin atau tidak kepada siswa agar bisa kembali belajar disekolah.

“Jika nantinya semua syarat sudah dipenuhi dan siswa bisa kembali belajar di Sekolah. Namun bila mana masih ada sebagian orang tua siswa yang masih belum memberikan izin, maka siswa tersebut diperbolehkan belajar dirumah melalui sistem daring. Dan Guru tetap wajib melayaninya,” terang Aziz.

Aziz menambahkan, terkait kapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka disekolah, hal itu belum dapat diketahui kapan pastinya. Hal ini karena prosesnya bisa cepat atau malah memakan waktu lama.

“Semua tergantung dari empat syarar tersebut, bisa satu bulan dari sekarang, atau lebih lama lagi, karena perlu analisa mendalam,” tegasnya.

Adapun sistem yang akan dipakai, jika pembelajaran tatap muka disekolah jadi diterapkan, siswa di kelas akan dikurangi 50 persen, agar dapat menjaga jarak.

“Nanti masuknya bisa bergantian harinya. Untuk sekolah dengan jumlah siswa dibawah 200 siswa bisa menggunakan sistem 50 persen. namun untuk sekolah dengan siswa 500 orang lebih, belum bisa menerapkan 25 atau 50 persen siswa di dalam kelas. Kita lihat kapasitas sekolah juga pastinya, dan masih akan dicarikan solusi,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: