SD di Dukun Magelang Disulap Jadi Ruang Isolasi Pemudik

BNews–DUKUN– Untuk antisipasi lonjakan pemudik, Pemerintah Desa Dukun sulap ruang kelas menjadi kamar isolasi. Lokasi tersebut dibuat dalam kelas Sekolah Dasar (SD) Dukun 2 Kecamatan Dukun Magelang.

Kepala Desa Dukun Tanto Heryanto mengatakan ini memang salah satu persiapan dari pihaknya untuk lokasi isolasi pemudik. “Namun ini dengan catatat pemudik tersebut memang tidak bisa lakukan isolasi mandiri di rumahnya sendiri. Ini sebagai alternatif terakhir jika memang masyarakat yang harus diisolasi kurang sarana kamar,” katanya (3/5/2020).

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya Pemerintah Desa akan selalui memposisikan menjadi suporting. “Peran keluarga dan masyarakat sekitar yang paling utama untuk berpartisipasi. Tentunya terkait tanggung jawab tetangganya terakit rummah singgah,” imbuhnya.

Untuk antisipasi pemudik yang nekat berbaur, menurut Tanto ini peran Tim Gugus Tugas Dusun dan pihak kelaurga untuk memberikan eduksi. Tim Gugus Tugas Dusun sudah dibekali APD dan alat pengukur suhu. Dan mereka juga harus mengedukasi warga dan keluarga bagaiaman protap kesehatannya.

“Inilah bagaiman menumpuhkan kesadaran masyarakat dan diri masing-masing akan protap yang berlaku. Karena kalau diserahkan ke pihak Desa, pihak Pemdes tidak mampu. Kecuali dengan jumlah kecil masih bisa kita atas, tanpa adanya lonjakan pemudik,” paparnya.

Tanto juga telah menghimbau seluruh warganya yang merantau untuk tidak mudik terlebih dahulu. “Kita sudah sampaikan melalui seluruh Kepala Dusun se Desa Dukun untuk menyampaikan warganya. Dimana misal ada anggota keluarga yang merantau dihimbau jangan mudik terlebih dahulu,” himbaunya.

Sebanyak 10 kamar memang sudah disiapkan, lanjutnya jika memang kedepan harus digunakan merupakan tanggung jawab desa. “Tetapi ingat, ini merupakan pilihan terakhir. Saya masih percaya dan yakin masyarakat Desa Dukun mampu mengatasi akan hal ini secara mandiri,” pungkasnya. (bsn)

Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: