Kades-Kades di Candimulyo Terpaksa Berhutang Untuk Penanganan Covid-19

BNews—MAGELANG— Desa-desa yang tersebar di Kabupaten Magelang terus berupaya menanggulangi covid-19. Mereka berupaya keras mencegah penularan virus corona agar tidak menjangkiti warga dan daerahnya.

Dalam upaya pelaksanaan penanggulangan epidemi covid-19 masih ditemukan desa yang masih menggunakan dana pribadi. Sebabnya, Dana Desa hingga sekarang tak kunjung turun. Fenomena ini menjadi contoh kecil bagaimana desa-desa berjuang melawan corona di tengah keterbatasan finansial.

Kepala Desa Mejing Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang Muntowiyah misalnya, mengaku menganggarkan Rp30 juta guna penanggulangan covid-19.  Dana segar ini didapat dari hasil hutang karena kas desa sudah kosong.

”Dapat pinjaman dari orang untuk pencegahan Covid-19. Serta pembangunan posko kesehatan,” ungkapnya kepada Borobudur News saat dihubungi melalui pesan singkat, hari ini (10/4).

Muntowiyah menjelaskan, dana tersebut langsung habis digunakan untuk membeli kebutuhan penting seperti termometer, masker, hand sanitizer dan cairan disinfektan. Serta mendirikan posko kesehatan sekaligus untuk pendataan pemudik.

”Dana 30 juta itu bahkan sudah habis. Rinciannya juga untuk makan yang bekerja menyemprot disinfektan hingga penjaga posko.” Jelasnya. Pencegahan yang dilakukan dengan penyemprotan rutin setiap satu minggu sekali pada hari Jumat.

Dia mengaku telah melakukan pengajuan APBDes dan berharap bulan April ini segera cair. Sebab, dirinya mengaku bingung untuk mencari dana kemana lagi.

”Saya juga merasa kasihan dengan perangkat desa harus mencari-mari dana,” imbuh dia.

Hal serupa juga dirasakan Kepala Desa Surodadi, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang Nasrodin. Dirinya terpaksa berhutang dulu untuk pengadaan cairan disinfektan.

”Ya, ada sekitar Rp15 juta untuk penanggulangan Covid-19,” ucapnya.

Dana tersebut digunakan untuk pengadaan kebutuhan guna pencegahan covid-19. Seperti pengadaan cairan disinfektan yang disemprotkan ke area publik.

”Penyemprotan dilaksanakan tiga hari sekali,” pungkas Nasrodin.

Sebagai tambahan, Pementah Kabupaten Magelang baru mencairkan Dana Desa tahap pertama untuk 44 desa dari total 367 desa. hal itu dikerenakan banyak pengajuan APBDes yang harus direvisi. (cr1/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: