Kakek Asal Borobudur Diringkus Polisi Karena Curi Sepeda

BNews–SLEMAN– Apes seorang kakek 54 tahun asal Magelang ini harus berurusan dengan Polisi di Yogyakarta. Pasalnya dirinya melakukan tindakan pencurian sepeda ontel di sebuah Masjid di Sleman 5 Mei 2020 lalu.

Kakek tersebut diketahui berinisial MS, 54, warga Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Dirinya mencuri sepeda onthel Plygon seharga Rp 2,8 juta milik anak dari M.Haiban warga Margotakon, Seyegan, Sleman.

Kapolsek Seyegan AKP Samidi mengungkapkan peristiwa terjadi pada Selasa, 5 Mei 2020 sekitar pukul 19.30 WIB. Pelaku menjalankan aksinya di parkiran Masjid Al-Mutaqin saat pemiliknya tarawih.

“Peristiwa bermula saat istri mengadu kepada suami bahwa sepeda ontel merek Polygon hilang saat menjalankan salat tarawih di masjid Al-Muttaqin. Haiban langsung mengecek ke Tempat kejadian Perkara (TKP) dan tidak menemukan sepeda ontel miliknya,” jelasnya.

Saat itu Haiban mendapat informasi dari warga sekitar yang menyebut sepeda ontel dengan ciri-ciri seperti miliknya diangkut seorang pengendara sepeda motor Mio. Akkhirnya Haiban melaporkan kejadian tersebut ke kantor Polsek Seyegan.

“Petugas yang mendapat laporan langsung lalukan olah TKP dan meminta keterangan korban serta saksi. Selanjut tim reskrim langusng melakukan serangkaian penyelidikan,” imbuhnya.

PROSES PENANGKAPAN PELAKU

Tidak berselang lama, petugas mendapat informasi bahwa sepeda ontel berada di daerah Borobudur, Magelang,Jawa Tengah. Tim bekerja sama dengan Polsek Borobudur melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Selanjutnya petugas mendatangi alamat yang dimaksud dan berhasil mengatongi identitas pelaku pencurian. “Tim bekerja sama dengan Polsek Borobudur kemudian melakukan penangkapan terhadap kakek tersebut di rumahnya. Ternyata sepeda ontel itu sudah dijual,” ucapnya.

Polisi terus mencari sepeda Polygon yang sudah dijual tersebut. Pada Kamis, 7 Mei 2020 dini hari, petugas berhasil menemukan sepeda ontel milik M. Haiban di Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

“Pelaku beserta barang bukti kemudian kita bawa ke Polsek Seyegan guna pengusutan lebih lanjut,” kata dia.

Kepada petugas, MS mengakui perbuatan mencuri dilakukan karena membutuhkan uang untuk membiayai kehidupannya sehari-hari. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 362 KUHP tentang pencurian ancaman hukuman kurungan maksimal 5 tahun.

Saat dilakukan interogasi mendalam, ternyata MS merupakan residivis kasus pencurian yang keluar dari tahanan pada Februari 2020 lalu. “Pelaku pernah menjalani hukuman di Lapas Magelang karena melakukan tindak pidana pencurian di wilayah Magelang. Dia baru keluar pada Februari 2020 dengan massa bersyarat habis 4 Mei 2020,” pungkasnya. (*/islh)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: