Karantina Pemudik di Liburan Akhir Tahun, Ganjar Minta Call Center

BNews—SEMARANG— Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespons rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk melakukan karantina terhadap para pemudik saat libur panjang. Ganjar mendorong pemkot untuk membuat call center sehingga diharapkan masyarakat bisa berkomunikasi terkait kebijakan yang diterapkan.

”Pak Walikota (FX Hadi Rudyatmo) sudah bicara pada saya. Sebenarnya dia ingin membuat equal treathment, jadi perlakuan yang sama,” tutur Ganjar dikantornya, Kamis (10/12).

”Dan kondisi Covid-19 di Jateng ini perlu pengendalian cukup serius. Saya kira, ide pak Wali Kota mengkarantina mereka yang datang dari luar itu baik,” sambungnya.

Ganjar mengatakan, masyarakat yang ingin masuk ke Solo diminta melakukan komunikasi. Di sini lah, lanjut dia, pentingnya call center sebagai tempat komunikasi dan menerima laporan dari masyarakat agar semua berjalan lancar.

”Sehingga ada cara berkomunikasi. Dalam hal-hal tertentu seperti mungkin kondisi darurat dan sebagainya, bisa dikendalika,” katanya.

Terang Ganjar, lingkungan Solo Raya untuk perlu dikendalikan. Mengingat, daerah ini masih tinggi penyebaran covid-19. Namun demikian, ia meminta agar kebijakan karantina bagi setiap pendatang dikomunikasikan dengan masyarakat.

”Menurut saya itu cara yang baik. Sehingga, orang tidak keluar masuk dan tidak terkontrol. Apalagi, mereka yang tidak pernah tahu kondisinya,” terangnya.

Baca juga: Kunjungi Rumah Veteran yang Telah Direhab, Ganjar Berulang Kali Ucap Syukur

Baca juga: Kunjungi Rumah Veteran yang Telah Direhab, Ganjar Berulang Kali Ucap Syukur

”Apakah dalam kondisi sehat atau tidak. Saya minta masyarakat tidak berpikir negative karena {ak Walikota ingin betul-betul memberikan perlindungan pada warganya agar semua selamat,” tambahnya.

Ganjar juga mendukung penuh rencana Pemkot Semarang melakukan penutupan di sejumlah ruas jalan utama. Keputusan itu dianggap penting untuk mengurangi potensi-potensi kerumunan.

”Sensitivitas kepala daerah menjadi penting. Ketika ini masih tinggi covid, maka segera dilakukan tindakan untuk mengurangi potensi kerumunan. Apakah menutup jalan, memberlakukan jam malam serta patroli yang diketatkan,” ungkapnya

”Saya kira, ide Pak Hendi ini baik. Dan saya apresiasi karena sudah mengkomunikasikan pada masyarakat sejak awal,” imbuhnya.

Ganjar juga meminta daerah-daerah lain di Jateng untuk melakukan pengetatan. Kontrol terhadap potensi-potensi kerumunan harus diperketat agar masyarakat sadar bahwa kondisi saat ini belum baik.

”Pemerintah harus mengintervensi dengan cara-cara yang bisa mengurangi kerumunan. Saya tidak pernah bosan mengingatkan, kurangi kerumunan apapun yang terjadi,” paparnya.

Akan tetapi, Ganjar meminta tidak semua kegiatan masyarakat dilarang. Misalnya acara pernikahan, boleh dilaksanakan asal tertib dan jumlahnya terbatas.

”Lebih baik resepsi ditunda dulu. Yang penting akad-nya dilaksanakan. Sama juga dengan perayaan hari besar keagamaan, boleh dilaksanakan dengan jumlah terbatas,” ucap dia.

”Selebihnya, bisa dilaksanakan melalui streaming. Mungkin rasanya beda, tapi kondisi ini yang bisa disiasati. Saya minta seluruh bupati/ walikota di Jateng peduli dengan kondisi masing-masing dan berikhtiar mengurangi kerumunan. Karena kerumunan itulah covid mudah menyebar,” pungkas Ganjar.

Seperti diberitakan, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo akan mengambil kebijakan karantina bagi para pemudik pada libur Panjang akhir tahun selama dua pekan. Pendatang akan dikarantina di rumah karantina Technopark, Jebres. (lhr/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: