Kasihan, Bule Italia di Sleman Jadi Korban Pemerasan Sepasang Kekasih

BNews—JOGJAKARTA— Nasib nahas dialami bule asal Italia, Daniel. Warga Negara Asing (WNA) ini menjadi korban pemerasan. Pria 53 tahun ini mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat ulang temannya sendiri.

Kapolsek Sleman Kompol Irwiantoro mengungkapkan, tersangka S, 37, diduga melakukan aksi pemerasan S, 37. Korban merupakan warga Lenteng Agung, kecamatan Jagakarsa, kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Sedang pelaku lainnya yang merupakan pasangan dari S, yakni RN, warga Pekanbaru, Riau.

”Tersangka S merupakan teman korban yang dikenal sejak empat tahun yang lalu. Keduanya bertemu kembali di Jepara, Jawa Tengah, untuk berburu barang antik kesukaan korban pada Januari 2021 lalu,” ujar Irwiantoro pada Selasa (15/2).

Awal mula aksi pemerasan yang dilakukan kedua tersangka bermula saat keduanya dan korban berada di Jepara pada awal Januari 2021 lalu. Saat ketiganya berniat untuk berburu barang antik di Jepara.

”Bahwa pada awal bulan Januari 2021 ketika korban dan tersangka berada di sebuah hotel di daerah Jepara. Tersangka meminjam mobil korban yang di dalamnya terdapat 15 barang antik milik korban,” jelasnya.

”Mobil dipinjam oleh tersangka untuk pergi ke sebuah Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di daerah Jepara. Namun, oleh tersangka mobil beserta barang-barang milik korban justru dibawa kabur ke Jakarta kemudian Pekanbaru, Riau,” sambungnya.

Sesampainya di Pekanbaru, kedua tersangka memeras korban dengan meminta uang dengan jumlah Rp5 juta. Tidak hanya memeras, tersangka juga mengancam korban.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Jika korban mengirimkan uang tersebut, kedua tersangka bakal mengirimkan barang tersebut ke rumah korban yang berada di Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Sehingga, pada Sabtu (23/1) sekitar pukul 23.21WIB, korban mentransfer uang sebesar Rp3,5 juta kepada tersangka melalui ATM yang berada di Jalan Magelang KM12, Triharjo, Sleman,” ungkapnya.

”Dikarenakan korban takut apabila tidak mentransfer uang kepada tersangka, barang-barang antik milik korban yang sebelumnya sudah dibawa korban tersebut akan dimusnahkan (dijual),” imbuhnya.

Akan tetapi, setelah korban mentransfer sejumlah uang yang diminta oleh tersangka, barang-barang antik milik korban tak juga dikirimkan. Sehingga korban mengalami kerugian 15 buah barang antik dan uang sebesar Rp3,5 juta.

”Hingga akhirnya korban memutuskan untuk melaporkan kasus pemerasan tersebut ke Polsek Sleman,” jelasnya.

Kanit Reskrim Polsek Sleman Iptu Eko Hariyanto mengatakan, pascakorban melaporkan kasus pemerasan tersebut, pihaknya berupaya untuk melakukan upaya penyelidikan. Petugas memperoleh informasi tentang keberadaan tersangka dan langsung melakukan penangkapan di Pekanbaru, Riau pada 2 Februari 2021.

”Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap korban dan para saksi, selanjutnya unit Reskrim Polsek Sleman melakukan penangkapan terhadap tersangka di daerah Pekanbaru, Riau. Dan selanjutnya dibawa ke Mako Polsek Sleman untuk pemeriksaan lebih lanjut. Total kerugian korban sekitar mencapai Rp12 juta,” ujarnya.

Kedua tersangka masing-masing berperan dalam aksi pemerasan yang disertai dengan pemerasan. S bertindak sebagai eksekutor. Sedang, RN yang mengarahkan dan membantu S untuk melancarkan aksi kejahatannya.

”Uang dari korban menurut pengakuan dari tersangka digunakan untuk keperluan sehari-hari. Atas kasus ini keduanya kami kenakan pasal 368 KUHP dan Pasal 378 KUHP dengan ancaman sembilan dan empat tahun penjara,” tegasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: