Sosok Mowgli Di Dunia Nyata, Berbaur Dalam Hutan Rimba

BNews–INTERNASIONAL-– Kalian pasti tahu film The Jungle Book karya Rudyard Kipling. Dimana tokoh utamanya bernama Mowgli yang tinggal di hutan belantara berbaur dengan para hewan penghuninya.

Dan ternyata kisah tersebut di tidak hanya terjadi di dunia perfilman saja. Di dunia nyata mungkin kisah ini bisa disebut mirip, dengan adanya seorang anak mirip mowgli dalam film tersebut.

Dimana kisah nyata tersebut ditunjukan, dimana seorang ibu terpaksa berjalan melalui belantara hutan, sembari membawa tali lasso darurat. Ia tampak mencari sesuatu, tapi bukan hewan buruan, peliharaan, apalagi binatang buas.

Yang dicari itu ternyata anak laki-laki semata wayangnya. Dimana anak tersebut bernama Ellie, 21, yang memang kerap kabur ke lebatnya belantara hutan di wilayah Rwanda, Afrika.

Ibunya sering kelimpungan, Ellie bertingkah seperti hewan yang kerap berburu pisang dan buah-buahan di hutan, lalu sesekali makan rumput.

Apalagi Ellie kesulitan berbicara kepada sesama teman dan tetangganya. Karena kebiasaannya, Ellie mendapat julukan Mowgli. Karakter Mowgli sendiri merupakan sosok fiksi dalam fabel The Jungle Book karya Rudyard Kipling.  

Mogwli digambarkan sebagai seorang anak manusia yang ditinggalkan di hutan lalu diadopsi dan dibesarkan oleh serigala di hutan India. Mowgli hidup bersama binatang liar di sana.  

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ellie hampir tak pernah bersinggungan dengan manusia apalagi berbicara, dan makan seperti layaknya manusia. Seperti Mowgli, Ellie tak bisa bicara untuk menolak makanan yang disiapkan oleh ibunya.

Ibunya tetap menganggap Ellie anugerah dari Tuhan. Dia menggambarkan Ellie sebagai anak yang istimewa setelah dia dan suaminya kehilangan lima anak saat lahir. Ellie sulit untuk belajar. Dia tidak sekolah karena takut dengan sesama penduduk di desanya.

Kisah Ellie sempat didokumentasikan di Afrimax TV, media lokal Rwanda. Melansir Daily Star, warga sekitar kerap mengolok-olok Ellie dengan sebutan ‘monyet’ karena cara hidupnya yang tak biasa.

“Dia tidak suka makanan. Dia lebih suka makan pisang. Dia tidak tahu apa-apa. Dia tidak bisa berbuat apa-apa,” kata sang ibu.

“Yang dia lakukan hanyalah lari. Ketika dia melihat orang, yang dia lakukan hanyalah lari dari mereka. Ke mana pun dia berlari, aku harus mengejarnya. Dalam seminggu penuh kita bisa menempuh 230 km. Jika saya tidak mengikutinya, dia mungkin tidak akan kembali ke rumah.” terangnya.

Seluruh penduduk desa kini berupaya menjauhkannya dari hutan agar Ellie tetap aman. Tetangganya diminta untuk ikut mengawasi Ellie dan sesekali mengejarnya untuk melindunginya dari bahaya.

Ellie juga kerap dijuluki ‘Usain Bolt’ karena kemampuannya berlari yang begitu cepat. Dia menghabiskan hari-harinya berlari melalui hutan.  

Ellie tidak tahu bagaimana berbicara kepada warga. Ibunya terpaksa membuat lasso darurat, untuk kemudian digunakan kalau-kalau Ellie lari.

Saat lahir, Ellie memiliki kepala sebesar bola tenis. Sang ibu berkata, “Setelah kehilangan lima anak kami, kami meminta Tuhan untuk setidaknya memberi kami seorang anak cacat, selama dia tidak mati sedini mungkin. Ketika Ellie terlahir, saya tahu itu adalah pesan dari Tuhan.”

Sang ibu mengatakan, para tetangganya tidak menganggap Ellie sebagai putranya melainkan kera yang kini terus diganggu.

Dia berkata: “Ini sangat menyakitkan saya, ketika anak saya pergi dan kembali, lalu dipukuli. Mereka meneriaki dan memanggilnya monyet. Itu membuat saya sedih ketika mendengar orang menindas anak saya.” (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: