Kasus DBD Merebak di Kecamatan Secang, Ini Penjelasan Dinas Kesehatan

BNews—MUNGKID— Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Dusun Brangsen, Desa Krincing, Kecamatan Secang mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Magelang. Dinas Kesehatan setempat langsung turun ke lapangan dengan melakukan fogging untuk mengantisipasi bertambahnya warga yang terjangkit demam berdarah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Retno Indriastuti melalui Kabid Pengendalian Penyakit, Sunaryo mengaku sudah menerima laporan kasus BDB yang terjadi di Dusun Brangsen. Pihaknya juga telah mendata jumlah warga yang positif terjangkit demam berdarah berdasarkan surat diagnosis dari rumah sakit tempat korban dirawat.

Namun, Sunaryo enggan merilis data jumlah korban demam berdarah yang sudah masuk. Alasannya, hingga kini pihaknya belum melakukan perekapan karena kesibukan di lapangan.

”Sementara Januari ini belum direkap karena masih banyak (laporan), karena masih setiap hari keluar untuk fogging,” akunya.

Kendati Dusun Brangsen tercatat selama bulan Desember 2019 hingga Januari 2020 terjadi kasus BDB, namun pihaknya belum menetapkan kawasan tersebut berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB). Meskipun di bulan Desember kemarin tercatat sedikitnya 20 warga terduga terjangkit dan delapan diantaranya positif. Kemudian di bulan Januari ini ada 30 orang diduga terjangkit dan empat diantaranya terkonfirmasi positif demam berdarah.

”Dusun Brangsen belum darurat. Karena syarat KLB ada peningkatan kasus melebihi dua kali periode yang sama di tahun sebelumnya. Atau tiga bulan berikutnya ada peningkatan dua kali lipat serta ada kematian,” tegas dia.

Imbuh dia, pihaknya akan segera melakukan fogging meskipun hanya ada satu orang yang terkena demam berdarah. Namun, fogging mempan untuk membunuh nyamuk dewasa saja. Tidak termasuk jentik-jentiknya. Padahal, keduanya sama-sama berbahaya bila tidak segera ditindak.

”Setiap siklus lima hari, jentik tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Dan nyamuk bertelur digenangan air yang bersih. Maka masyarakat diharapkan Menguras, Menutup dan Menimbun (3M) plus tidak boleh ada genangan air,” pungkasnya. (cr1/bsn/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: