Kasus Narkoba di Kota Magelang Meningkat, Termasuk Tersangka Cewek

BNews—MAGELANG— Angka kriminalitas di wilayah hukum Kepolisian Resor Magelang Kota sepanjang tahun 2019 secara umum mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Berkurang dari 155 menjadi 148 kasus.

Sementara kasus narkotika mengalami peningkatan dari 33 kasus di tahun 2018 menjadi 38 kasus pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, polisi menangkap 41 tersangka. 40 laki-laki dan satu perempuan.

Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi memaparkan, penurunan angka kriminalitas secara umum tidak lepas dari kerja keras serta sinergitas antara kepolisian dengan masyarakat. Selama pengungkapan kasus, total pihaknya berhasil menahan 170 orang tersangka.

”Dari 148 kasus, sudah kita selesaikan sebanyak 121 kasus,” papar Idham didampingi  Waka Polres Kompol Slamet Riyadi dan Kasubbag Humas AKP Sugiyanto, kemarin (30/12).

Dalam konferensi pers akhir tahun, Idham menyoroti peningkatan kasus penyalahgunaan narkotika. Fenomena tersebut lantaran Magelang merupakan daerah perlintasan dari Jogjakarta menuju Semarang dan sebaliknya. Selain itu, peredaran banyak dikendalikan dari Lapas Kedungpane Semarang.

”Barang bukti yang diamankan seperti sabu sebesar 265,718 gram, ganja 20 gram dan tembakau gorilla 9,47 gram. Kemudian psikotropika berupa alprazolam sebanyak 172 butir, merlopam 28 butir dan trifluo sebanyak 2 butir” ungkapnya.

Idham membeberkan kejahatan konvensional tertinggi sepanjang 2019. Meliputi pencurian biasa dengan 20 kasus, penipuan 14 kasus, curanmor 13 kasus, pencurian dengan pemberatan 12 kasus dan pengeroyokan 11 kasus. Dilanjutkan penggelapan 10 kasus, perlindungan anak tujuh kasus, aniaya ringan enam kasus, curas lima kasus, percobaan pembakaran tiga kasus, pengerusakan dua kasus. Lalu judi, cabul dan tindak pidana tertentu masing-masing satu kasus.

”Untuk jenis kejahatan konvensional mengalami penurunan dari 180 menjadi 108 kejadian atau turun empat persen. Untuk jumlah tersangka meningkat dari 114 menjadi 127 tersangka,” beber dia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementera kejadian laka lantas dan pelanggaran lalu lintas tahun ini meningkat 40 persen dibanding tahun lalu. Korban luka ringan naik 44 persen namun korban meninggal menurun 27 persen. Untuk kerugian laka lantas mengalami penurunan tujuh persen dan pelanggaran lalin empat persen.

Imbuh Idham, kejahatan terhadap kekayaan negara tingkat Polres Magelang Kota terjadi dua kasus. Yaitu kasus Dana Desa yang melibatkan satu tersangka dan BKK Bandongan satu tersangka yang masih dalam tahap pemberkasan untuk serahkan ke Kejaksaan.

Sedangkan kasus yang menjadi perhatian publik di tahun 2019 adalah perusakan nisan makam pada Januari 2019 dan perkelahian warga yang melibatkan anggota ormas April 2019. Kemudian percobaan pembakaran dengan molotov bulan Juli 2019 dan ricuh unjuk rasa Megelang Bergerak, September kemarin.

”Secara umum, kasus yang menjadi perhatian publik semua terselesaikan dan dengan baik,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: