KB Sterilisasi: Kontrasepsi yang Permanen dan Efektif Cegah Kehamilan
- calendar_month Rab, 22 Nov 2023

ilustrasi suntik KB untuk atur jadwal Kelahiran anak
BNews-KESEHATAN- Pertama-tama, KB sterilisasi adalah metode kontrasepsi yang efeknya permanen. Metode ini dapat dilakukan pada wanita dengan mengangkat atau menutup saluran tuba falopi, sedangkan pada pria dengan melakukan vasektomi.
Sebagai kontrasepsi permanen, tentunya keputusan ini harus dipertimbangkan matang-matang bersama pasangan dan konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
Jenis Kontrasepsi Steril untuk Wanita
Berikut beberapa jenis kontrasepsi steril yang dapat dilakukan oleh wanita:
- Sterilisasi Tuba
Sterilisasi tuba adalah metode pengangkatan atau penutupan saluran tuba falopi. Dengan demikian, sel telur tidak dapat bergerak melalui tuba falopi dan sperma tidak dapat mencapai sel telur. Metode ini sangat efektif dalam mencegah kehamilan, dengan tingkat keberhasilan hampir 100%.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Meskipun demikian, sangatlah jarang bagi wanita yang telah melakukan sterilisasi tuba untuk mengalami kehamilan. Namun, jika kehamilan terjadi, biasanya bersifat ektopik. Namun, tetaplah tenang karena risiko ini lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang tidak menggunakan metode kontrasepsi apa pun.
Perlu diketahui bahwa wanita yang telah menjalani prosedur ini masih tetap akan mengalami menstruasi secara normal.
Ada dua cara untuk melakukan sterilisasi tuba, yaitu mini laparotomi dan laparoskopi. Mini laparotomi dilakukan dengan membuat sayatan kecil di perut untuk mengeluarkan saluran tuba. Prosedur ini biasanya dilakukan setelah melahirkan dan membutuhkan anestesi regional atau umum.
Sedangkan pada laparoskopi, dokter akan memberikan anestesi umum sebelum membuat sayatan kecil di dekat pusar. Keuntungan dari metode ini adalah kemampuan untuk melihat organ panggul dengan lebih jelas. Kemudian, saluran tuba akan ditutup atau diangkat melalui alat tersebut.
- Litigasi Tuba
Pada litigasi tuba, dokter akan memberikan anestesi untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Selanjutnya, perut akan dikembangkan dengan gas dan dibuatlah sayatan kecil agar alat laparoskop dapat dimasukkan.
Selanjutnya, dokter akan mengerjakan organ reproduksi melalui laparoskopi. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dokter dalam prosedur ini, yaitu dengan memotong atau melipat tabung tuba falopi, mengangkat sebagian tabung, atau menghalanginya dengan menggunakan pita atau klip.
Setelah menjalani prosedur ini, kamu mungkin akan mengalami beberapa efek samping, seperti pembengkakan perut akibat gas dan sedikit perdarahan pada vagina. Namun, tidak perlu khawatir karena efek samping ini akan menghilang dengan sendirinya.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
- Implan Tuba
Selain melalui operasi, terdapat juga metode KB steril yang dapat dilakukan tanpa operasi, yaitu implan tuba. Metode ini melibatkan penempatan dua logam kecil (Essure) ke dalam tuba falopi melalui vagina dan leher rahim. Masing-masing tuba falopi akan diisi dengan satu logam.
Setelah itu, alat tersebut akan merangsang terbentuknya jaringan parut di sekitar tuba falopi, sehingga tuba tidak dapat dilewati oleh sperma. Biasanya, tuba akan tertutup sepenuhnya dalam waktu 3 bulan setelah prosedur dilakukan.
Selama proses penutupan tuba, sebaiknya kamu tetap menggunakan metode kontrasepsi lain, seperti kondom atau suntikan KB.
Meskipun efektivitasnya juga tinggi, KB ini sayangnya dapat menimbulkan efek samping, seperti mual, muntah, kram, pusing, perdarahan, atau bercak darah.
Penting untuk diketahui bahwa pada Desember 2018, Essure telah ditarik dari pasaran di Amerika Serikat karena banyaknya laporan mengenai rasa sakit, pendarahan, dan reaksi alergi. Pada bulan April 2018, Food and Drug Administration (FDA) membatasi penggunaan Essure hanya pada beberapa fasilitas kesehatan tertentu karena adanya kasus implan yang menembus rahim atau bergeser dari tempatnya.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk melakukan KB steril, penting untuk mendiskusikannya secara matang dengan dokter agar kamu dapat memilih metode yang sesuai.
Itulah penjelasan mengenai jenis KB steril untuk wanita. Jangan lupa untuk mengunjungi halaman ini untuk informasi lebih lanjut tentang kesehatan seksual.
Jenis KB Steril untuk Pria
Pada pria, metode KB steril yang dapat dilakukan adalah vasektomi. Prosedur ini berfungsi untuk mencegah sperma keluar dari testis agar tidak membuahi sel telur.
Vasektomi biasanya dilakukan dengan menggunakan anestesi lokal pada skrotum untuk menghilangkan rasa sakit. Selama prosedur ini, dokter akan memotong saluran sperma yang disebut vas deferens. Saluran ini bertugas mengangkut sperma dari testis ke kantong kemih.
Dengan memotong atau menutup vas deferens, jumlah sperma yang dapat mencapai sel telur akan berkurang, sehingga mencegah terjadinya pembuahan.
Waktu pemulihan setelah vasektomi biasanya cepat, sehingga sebagian besar pria dapat kembali melakukan aktivitas normal dalam beberapa hari. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi antara lain pembengkakan, memar, atau nyeri ringan pada area skrotum. Namun, efek samping tersebut bersifat sementara dan akan hilang dalam beberapa hari.
Pertimbangan Sebelum Melakukan KB Steril
Sebelum memilih KB steril sebagai metode kontrasepsi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
- KB steril memberikan kepastian dan ketenangan pikiran bagi pasangan yang sudah yakin tidak ingin memiliki anak lagi. Namun, untuk pasangan yang masih ragu atau bisa berubah pikiran, kontrasepsi steril dapat menjadi masalah.
- Dengan melakukan sterilisasi, tidak perlu lagi menggunakan kontrasepsi yang bersifat harian atau berkala, sehingga lebih nyaman dan praktis.
- Keputusan untuk melakukan sterilisasi dapat menciptakan perasaan psikologis, seperti penyesalan atau keraguan apakah keputusan tersebut benar-benar ingin diambil atau hanya merupakan respons terhadap situasi saat ini.
- Perlu diingat bahwa kontrasepsi steril tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual (PMS), sehingga pasangan yang aktif secara seksual masih perlu menggunakan metode kontrasepsi lain sebagai perlindungan terhadap PMS.
Itulah informasi mengenai KB sterilisasi yang perlu kamu ketahui. Jangan ragu untuk mengunjungi halaman ini untuk informasi yang lebih lengkap tentang kesehatan seksual. Semoga bermanfaat! (*)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani




Saat ini belum ada komentar