Kecanduan Game Online, Delapan Pelajar Dirawat di RSJ Semarang

BNews—SEMARANG— Penggunaan smart phone bagi anak-anak perlu diwaspadai betul. Jangan sampai kasus yang menimpa anak-anak di Semarang terjadi.

Sedikitnya delapan anak usia tujuh-limabelas tahun di Kota Semarang harus dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Animo Gondohutomo Semarang. Anak-anak ini tidak bisa lepas dari gawai mereka.

Advertisements


Psikolog Klinis RSJD Amino Gondohutomo Semarang, Sri Mulyani mengatakan, penyebab delapan anak ini menjalani perawatan karena game online. “Kebanyakan kecanduan gawai karena gim daring (game online),” kata dia.


Kedelapan anak yang masih duduk di kelas 4 SD hingga SMP itu harus dirawat dan menjalani terapi karena kondisi kejiwaannya. Kedelapan siswa itu marah ketika gawai diambil atau sudah tidak bisa diajak komunikasi karena sibuk dengan gawainya.

Beberapa ciri umum kecanduan gawai pada anak antara lain, lupa belajar, lupa mengerjakan pekerjaan rumah (PR), bangun selalu kesiangan, sering bolos sekolah, kemudian tidak mau lepas dari gawai, dan marah ketika gawai diambil.

“Mengganggu aktivitas sehari-hari, kalau sudah sampai adiksi (candu) harus segera diobati. Kondisinya sudah tidak bisa diberitahu, mau tidak mau harus dengan obat untuk menenangkan,” ujar dia.

Selain obat, kata dia, ada terapi perilaku dan pemeriksaan kondisi selama 21 hari. Menurut Sri, jika orangtua melihat perilaku anak sudah mulai menunjukkan kecanduan gawai, maka langkah awal yang bisa dilakukan adalah membawa ke psikiater terlebih dulu. (wan/jar)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: