IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Kemana Presiden Soekarno Usai Bacakan Proklamasi ?

BNews—NASIONAL— Soekarno didatangi oleh lima orang polisi militer Jepang usai mengikrarkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Saat itu kondisi Soekarno belum sembuh dari penyakit Malaria.

Dalam percakapan tersebut, polisi yang berbicara dengan Sukarno mengatakan bahwa tindakan tersebut terlarang, namun Sukarno menjawab bahwa proklamasi sudah terlanjur dibacakan.Proklamasi sudah dibacakan, Indonesia sudah merdeka, tapi belum punya presiden. Sementara Sukarno masih didera penyakit malaria dan harus meringkuk di kamarnya.

“Aku jatuh sakit. Aku lelah. Aku terlalu sibuk bekerja demi Tanah Air kami dan demi kelangsungan hidupnya, sehingga aku tidak mengetahui kejadian sampai yang sekecil-kecilnya serta rentetan kejadian setelah (proklamasi dibacakan) itu,” tulis Sukarno dalam buku “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat”.

Keesokan harinya, para pemimpin bangsa yang dihadiri oleh perwakilan setiap kelompok penting di Indonesia seperti golongan keagamaan, sosial, suku, ekonomi, dan kependudukan berkumpul. Mereka memilih dengan suara bulat Sukarno sebagai presiden.

Sukarno sendiri tidak bisa mengingat siapa yang mengusulkannya menjadi presiden. Namun ia mengingat perkataan bahwa setelah merdeka, dibutuhkan seorang pemimpin, kemudian yang mengatakan hal tersebut menyebut nama Sukarno.

“Nah, kita sudah bernegara sejak kemarin, dan sebuah negara memerlukan seorang presiden. Bagaimana kalau kita memilih Sukarno,” ucap seseorang dalam rapat itu.

Setelah mendengar seorang mengatakan hal itu, Sukarno langsung menjawab dengan kata yang singkat dan sederhana, “baiklah.”

Loading...

Setelah menerima pengangkatan itu, Sukarno pulang ke rumahnya. Dalam perjalanan, dia bertemu tukang satai dan langsung memesan satai ayam 50 tusuk. Sukarno menyantap satai tersebut dengan duduk jongkok di dekat got dan tempat sampah. Sukarno menyebutnya sebagai perayaan pertamanya setelah dia diangkat sebagai presiden. 

Sesampainya di rumah, Sukarno memilih pergi ke dapur untuk memberitahukan hal yang menggembirakan ini kepada istrinya, Fatmawati. Namun, Fatmawati menjawab kabar gembira tersebut dengan mengutip perkataan ayahnya. (bn1/jar)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: