Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kerap Makan Ternak Warga, Ular Piton Sepanjang 3,5 Meter Ditangkap

Kerap Makan Ternak Warga, Ular Piton Sepanjang 3,5 Meter Ditangkap

  • calendar_month Sen, 15 Mar 2021

BNews–JATENG– warga Kampung Sawah RT 006/RW 001, Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, dihebohkan dengan penangkapan ular piton sepanjang 3,5 meter Kamis (11/3/2021).

Ular itu tertangkap warga setelah memangsa seekor itu milik seorang warga, Ngadiyo, 58.  

Ngadiyo awalnya mendengar keributan di dekat tambak yang tak jauh dari kandang itiknya. Dia mendekat dan ternyata ada seekor ular piton terperangkap jaring dan tak bisa bergerak. Saat ditemukan, pelur ular piton itu menggelembung sebesar helm motor.

Ngadiyo pun kaget dan langsung memanggil menantunya.

“Ular itu tersangkut jaring perangkap yang dipasang untuk menjebak garangan [musang],” ujar Ngadiyo.

Ngadiyo mengatakan ular piton yang terjebak di jaring itu memiliki panjang sekitar 3,5 meter, dan berat sekitar 20 kg.

“Kami langsung memanggil warga untuk menangkap ular. Pak RT bahkan meminta bantuan warga RT sebelah untuk mengangkat ular itu,” jelas Ngadiyo.

Ngadiyo mengatakan sebelum ular piton itu ditangkap, entok peliharaannya kerap hilang. Bahkan sebulan terakhir banyak entok yang diduga dimangsa ular tersebut.

Akibat hal itu, ia pun mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Padahal, satu entok biasa dijual hingga Rp250.000. “Ya rugi Rp2,5 jutaan. Padahal, rencana mau dijual menjelang Idulfitri,” tuturnya.

Ia sempat mengira entok dicuri seseorang. Namun, tidak ada tanda-tanda bekas pencurian di kandang.

“Ternyata selama ini hilang karena dimangsa ular piton,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RT 006 Kampung Sawah, Sarjito, mengatakan penemuan ular piton ini baru kali pertama terjadi di kampungnya. Ular piton yang ditangkap itu kemudian akan diserahkan ke kebun binatang Semarang Zoo.

“Kami berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa, akhirnya diputuskan ular piton diserahkan ke Semarang Zoo,” ujar Sarjito. (*)

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less