KEREN…Atlit Magelang Sumbang Emas Perdana di Kejuaraan Internasional

BNews—SOLO— Atlit pencak silat asal Magelang sumbang medali emas dalam kejuaraan Internasional “Tapak Suci World Championship 2019” di Solo 2-5 September 2019. Dirinya menjadi penyumbang emas pertama untuk kontingen Jawa Tengah.

Emas pertama bagi Jateng dipersembahkan oleh Mutia Qori Dewi Masithoh. Ia turun di kategori seni tunggal putri IPSI dalam kejuaraan tersebut.

Gadis 17 tahun ini mengalahkan lawan-lawanya dari 14 negara yang mengikuti kejuaraan tersebut. Dia merupakan anak dari pasangan Muhammad Benowo dan Muji Rahayu.

Dirinya tinggal dari sebuah dusun di Lereng Merapi. Tepatnya di Dusun Klatak Desa Banyudono Kecamatan Dukun.

Kini Ia masih mengeyam pendidikannya sebagai siswi kelas XII jurusan IPS  di PKBM Ibnu Hajar di Dusun Salakan Desa Sirahan Salam Kabupaten Magelang. Penuh perjuangan dirinya mampu bergabung dalam kontingen tapak suci Jawa Tengah hingga mampu menyumbang medali emas dalam kejuaraan tersebut.

“Iya ada seleksi saat masuk kontingen jateng. Dulu ada pertandingan kejuaraan Jateng dan harus juara sehingga bisa masuk kontingen mewakili Jateng dalam kejuaraan tersebut,” katanya saat dihubungi Borobudurnews.

Qori sapaan akrabnya sering berlatih rutin di SMP Muhammadiyah Muntilan. Dirinya diajar oleh gurunya yang bernama Bambang.

“Namun saat pemusatan pelatihan di Solo saya dilatih oleh orang yang istimewa. Dia adalah Tutik Winarni yang merupakan seorang legenda silat dan istri dari mantan Ketua Timnas Silat Indonesia Roni Saifullah,” imbuhnya.

BACA JUGA : Jembatan Gantung Terpanjang di Magelang Bernama Jokowi, Ini Alasannya

MANTAP :Mutia Qori Dewi Masithoh, sata menerima medali emas dalam ajang Kejuaraan internasional “Tapak Suci World Championship 2019” di Solo (Foto--Dok Pribadi)
MANTAP :Mutia Qori Dewi Masithoh, sata menerima medali emas dalam ajang Kejuaraan internasional “Tapak Suci World Championship 2019” di Solo (Foto–Dok Pribadi)

Perlu diketahui juga bahwa Qori dalam waktu dekat ini juga akan mewakili Jawa Tengah dalam ajang Kejuaraan Popnas di Papus. “Tentunya keberhasilan saya kemarin dan perjalanan saya kedepan tidak lepas dari dukungan berbagai pihak,” ungkapnya.

Qori mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua Guru dan teman-temannya di PKBM Ibnu Hajar atas dukungannya dan doanya. “Terutama juga untuk kedua orang tua saya yang selalu mendukung dan mendampingi saya saat di kejuaraa. Karena tanpa dukukungan dan doa mereka saya tidak bisa berjalan sejauh ini,” tandasnya.

Sebelumnya terlah berlangsung kejuaraan Tapak Suci Internasional digelar di Solo 2-5 Septembr 2019 lalu. Dan Tim tuan rumah Jawa Tengah (Jateng) harus puas hanya berada di posisi ketiga.

Jateng memperoleh tiga emas, enam perak, dan delapan perunggu atau hanya mengoleksi poin 950. Kejuaraan internasional “Tapak Suci World Championship 2019” ini diikuti kontingen 14 negara.

Dalam kejuaraan tersebut merebutkan Piala M. Barrie Irsyad. Dan kegiatan tersebut digelar di GOR Sritex Arena Solo. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: