Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Tak Lagi Difungsikan! Masjid An-Nuur Magelang Bakal Jadi Perpustakaan dan Spot UMKM Kekinian

Tak Lagi Difungsikan! Masjid An-Nuur Magelang Bakal Jadi Perpustakaan dan Spot UMKM Kekinian

  • calendar_month Sab, 12 Jul 2025

BNews–MAGELANG – Proses renovasi Masjid Agung An-Nuur lama di Kabupaten Magelang terus berjalan.

Salah satu tahap besar dilakukan pada Jumat (11/07/2025) pagi, ketika menara masjid lama yang berdiri megah dekat; Kantor Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang akhirnya dirobohkan.

Menara tersebut memiliki tinggi sekitar 40 meter dan selama ini menjadi salah satu ikon masjid lama.

Namun, pembongkaran sengaja dilakukan seiring dengan rencana alih fungsi masjid yang sudah tidak lagi digunakan sebagai tempat ibadah utama.

Pasalnya, setelah Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur yang baru selesai dibangun, seluruh aktivitas keagamaan dan pengelolaan masjid dialihkan ke masjid baru. Masjid lama pun kini tak lagi difungsikan sebagaimana mestinya.

“Masjid lama akan dialihfungsikan menjadi perpustakaan. Karena bangunan itu mempunyai nilai sejarah yang tinggi, sehingga karena itu kehadirannya tetap dipertahankan. Meski ada beberapa bagian dibenahi atau dirubah sesuai kebutuhan,” ungkap Ketua Badan Pengelola MAJT An-Nuur, Drs H Asfuri Muhsis MSI, saat ditemui di lokasi.

Menurut Asfuri, meski masjid lama sudah tak digunakan lagi untuk salat berjemaah, nilai historisnya membuat pemerintah memutuskan untuk mempertahankan struktur utama bangunan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Namun, lanjutnya sejumlah bagian tetap akan mengalami renovasi agar sesuai fungsi baru.

Pembongkaran menara menjadi salah satu pekerjaan besar yang menandai transformasi masjid lama.

Proses pembongkaran bangunan masjid sendiri sudah dimulai sejak Maret 2025 lalu, dilakukan secara bertahap demi menjaga keselamatan lingkungan sekitar.

“Masjid (yang lama dan baru) menjadi wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Yang membangun maupun melengkapi ya pemprov. Kita tidak bisa memastikan desain dan anggarannya bagaimana,” jelas Asfuri lebih lanjut.

Ia menyebutkan, pemerintah provinsi yang menangani renovasi dan perencanaan desain bangunan masjid lama ke depannya. Semua anggaran pembangunan dan penataan kawasan masjid lama sepenuhnya menjadi kewenangan Pemprov Jawa Tengah.

Selain dialihfungsikan menjadi perpustakaan, lahan di sekitar masjid lama juga akan dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi masyarakat. Sebagian area akan digunakan untuk memfasilitasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Langkah ini diambil guna mendukung ekosistem ekonomi lokal serta menambah fasilitas bagi jamaah maupun wisatawan yang berkunjung ke MAJT An-Nuur.

Keberadaan pusat UMKM di lingkungan masjid diharapkan dapat menciptakan peluang ekonomi baru.

Apalagi, kawasan MAJT An-Nuur terletak cukup strategis dan berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata religi di Magelang.

Diharapkan, tambah Asfuri, kehadiran MAJT An-Nuur Magelang akan membawa manfaat bukan hanya secara spiritual, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi masyarakat sekitar.

“Akhir 2025 ini diharapkan sudah selesai,” jelasnya.

Lebih jauh, Asfuri juga meyakini bahwa keberadaan MAJT An-Nuur, ditambah dengan berbagai fasilitas pendukung dari bangunan masjid lama; yang telah dialihfungsikan, akan semakin melengkapi sarana dan prasarana keagamaan di Kabupaten Magelang.

Terlebih, keberadaan masjid megah ini juga akan mendukung pengembangan destinasi pariwisata super prioritas Borobudur yang terletak tak jauh dari wilayah tersebut.

Dengan demikian, MAJT An-Nuur diharapkan dapat menjadi magnet baru yang memadukan nilai religius, budaya, sejarah, serta ekonomi bagi masyarakat Magelang. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less