Ketahuan Akan Mencuri, Warga Magelang ini Nekat Naik Tembok 4 Meter dan Terjatuh

BNews-JATENG– Suwandi alias S (42), seorang penduduk dari Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, harus menghadapi pihak berwajib setelah tertangkap basah saat mencoba melakukan pencurian di Pasar Jimbung, Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kejadian tersebut membuat S mengalami patah tulang di kedua kakinya setelah terjatuh dari tembok setinggi 4 meter saat berusaha melarikan diri.

Saat ini, S harus mendekam di penjara dan memerlukan kursi roda untuk bergerak.

Wakapolres Klaten, Kompol Tegar Satrio Wicaksono, mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama S terlibat dalam aksi pencurian. Sebelumnya, pada tahun 2016, S telah melakukan pencurian di Kabupaten Boyolali dan dijatuhi hukuman 6 bulan penjara.

Kali ini, S kembali beraksi di wilayah hukum Polres Klaten.

Menurut keterangan, S mencoba mencuri di warung kelontong milik Samiatun di Pasar Jimbung, Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, pada Minggu (26/5/2024) sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat itu, S sedang naik ojek dan melihat toko kelontong yang sepi saat melintas di Pasar Jimbung. Dengan niat buruk, ia memutuskan untuk mencuri.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK GRATIS)

Setelah memberhentikan ojek sekitar 100 meter dari lokasi dan membayar Rp20 ribu, S memeriksa sekitar target sebelum melancarkan aksinya.

“Tersangka memanjat dan masuk melalui plafon atap toko kelontong. Ketika melihat pemilik toko di dalam, S mencoba melarikan diri tetapi berhasil dicegat dan diteriaki maling,” jelas Kompol Tegar.

Ketika berusaha melarikan diri, S terjatuh dari tembok setinggi 4 meter dan mengalami patah tulang pada pergelangan kaki.

Meskipun sempat bersembunyi sekitar 20 meter dari lokasi, S akhirnya ditemukan dan ditangkap oleh warga sebelum diserahkan kepada petugas kepolisian.

“Meskipun belum berhasil mencuri apa pun, tersangka sudah tertangkap. S dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 ke-3e, 5e KUHP bersamaan dengan Pasal 53 ayat 1 KUHP tentang percobaan pencurian yang mengancam hukuman maksimal 7 tahun penjara, meskipun akan dikurangi sepertiga karena masih dalam tahap percobaan,” paparnya.

S melakukan aksinya sendirian dan mengaku melakukan pencurian karena ingin membelikan sepatu untuk anaknya setelah menengok anak tersebut di Boyolali.

“Saya naik ojek dari wilayah Kecamatan Bayat. Saya nekat mencuri karena ingin membeli sepatu untuk anak saya,” ujarnya. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!