Ketahui Penyebab, Gejala dan Cara Mencegah Rabies
- calendar_month Sen, 19 Jun 2023

ilustrasi vaksin rabies (Foto oleh Karolina Grabowska dari pexels.com)
BNews—OLAHRAGA— Rabies adalah penyakit infeksi virus yang bisa merusak sistem saraf, termasuk otak. Penyakit ini paling umum ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi virus rabies, tetapi bisa pula melalui air liur hewan yang mengenai luka di tubuh.
Saat seseorang digigit, dicakar, atau dijilat oleh hewan yang dicurigai rabies, ia perlu mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin sebelum gejala rabies muncul dan komplikasi berbahaya terjadi.
Awalnya, penderita rabies mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, saat virus rabies sudah mulai menginfeksi sel saraf, penderitanya akan mengalami gejala seperti flu. Beberapa gejala yang dapat timbul pada fase ini meliputi:
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Kesemutan
- Gatal di area gigitan
- Batuk
- Diare
- Mual dan muntah
Gejala di atas biasanya berlangsung selama 2–10 hari. Bila tidak segera mendapatkan penanganan, gejala rabies dapat berkembang menjadi parah.
Secara umum, gejala lanjutan pada rabies terbagi menjadi dua jenis, yaitu tipe agresif dan tipe paralatik. Pada tipe agresif, gejala rabies dapat hilang dan timbul. Ada beberapa gejala yang dapat muncul, yaitu:
- Gelisah
- Napas terengah-engah
- Air liur berlebihan
- Mudah marah
- Kebingungan atau linglung
- Kelumpuhan pada wajah
Sedangkan pada tipe paralatik, virus rabies sudah mulai merusak otak dan sumsum tulang belakang sehingga dapat menyebabkan gejalanya makin memburuk. Beberapa gejalanya melputi:
- Sakit kepala lebih berat
- Kaku pada leher
- Kelumpuhan ringan pada sebagian badan
- Kesemutan
- Rasa takut pada air atau hidrofobia
- Mata nyeri atau tidak nyaman saat terkena cahaya (fotofobia)
Seiring waktu, kerusakan saraf dapat memburuk hingga menyebabkan kematian bila sudah memengaruhi saraf di organ vital, seperti paru-paru dan jantung.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Hingga saat ini belum ada obat yang dapat digunakan untuk mengatasi infeksi rabies. Bagi Anda atau orang terdekat yang terkena gigitan hewan liar atau hewan yang dicurigai rabies agar segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.
Bagi Anda yang berisiko tinggi terpapar virus rabies, sebaiknya lakukan vaksin rabies. Tujuannya untuk mencegah atau mengurangi risiko terinfeksi virus rabies. Berikut ini beberapa tips untuk mencegah infeksi rabies:
- Lakukan vaksinasi pada hewan peliharan, seperti anjing dan kucing.
- Jangan biarkan hewan peliharaan berkeliaran bebas tanpa pengawasan.
- Hindari menyentuh hewan yang terluka atau menangkap hewan liar sendirian.
- Hindari hewan-hewan liar yang menunjukan gejala rabies dan laporkan segera ke dinas perhutanan terdekat.
- Jaga kebersihan dengan rutin mencuci tangan, terutama bila Anda berinteraksi dekat dengan hewan.
Oleh karena itu, bila Anda atau orang terdekat tergigit hewan yang dicurigai rabies, terlebih sudah menimbulkan gejala rabies, segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (*)
Sumber: alodokter.com
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar