Pelajar yang Keracunan Di Magelang Sudah Masuk Sekolah Kembali
- calendar_month Sab, 24 Sep 2022

Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Bulurejo Mertoyudan
BNews–MAGELANG– Terkait kasus keracunan 38 siswa MI Ma’arif Bulurejo,Mertoyudan Magelang terus berkembang. Meski demikian, seluruh siswa sudah dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit Kamis kemarin (22/9/2022).
“Tidak hanya itu, bahkan dari 38 siswa sebanyak 30 persen dari mereka sudah masuk sekolah kembali,” kata Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Tri Handayani, Kamis (22/9/2022).
Sementara hasil sample makanan yang diduga meyebebkan anak-anak tersebut keracunan masih dilakukan uji laboratorium di Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.
“Alhamdulillah semua anak sudah sehat boleh pulang dari rumah sakit kemarin sore. Bahkan sekarang sudah ada sekitar 30 persen masuk sekolah. Kalau yang 70 persen itu sebenarnya juga sudah sehat, namun dari kami menyarankan kepada anak-anak untuk istirahat dulu di rumah,” ungkap Trihandayani saat dikonfirmasi di Sekolah, Kamis (22/9/2022).
Dia menyebutkan total anak yang diduga keracunan kemarin sebanyak 38 anak menyebar dhampir di semua kelas ada. Dan sebanyak 17 anak dirawat di RSU Tidar, dan yang 21 di Rumah sakit Harapan.
“Kebanyakan kemarin anak-anak kelas 1, namun dikelas kelas lainya juga ada, hamoir menyebar di semua kelas,” jelasnya.
Terkait dugaan makanan yang menyebabkan anak-anak keracunan, pihaknya belum berani memastikan, karena sampai saat ini masih ditangani pihak kepolisian.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Kalau dugaan kemungkinan dari jajanan di jalan (luar Sekolah),” kata Tri Handayani.
Dia menegaskan untuk mengantisipasi hal tersebut tidak terulang lagi, pihak sekolah saat ini melarang anak – anak membeli makanan dari luar Sekolah.
“Kemudian untuk para pedagang dari luar untuk sementara dilarang berjualan di lingkungan Sekolah. Kita akan mengadakan kantin lagi di sekolahan,” tegasnya.
Sementara Kapolsek Mertoyudan Sujarwanto, menegaskan untuk para pedagang makanan yang diduga mengakibatkan anak-anak keracunan sudah ditemukan. Namun demikian masih sebatas dimintai keterangan karena hasil lab. belum keluar dari Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.
“Mereka pedagang Jasuke dan pedagang mie tumplek. Baru sebatas dimintai keterangan. Hasil lab. juga belum keluar, apakah dari makanan yang mereka jual atau bukan belum bisa dipastikan. Apalagi yang berjualan di lingkungan sekolah banyak. Kebetulan yang kita temuan baru mereka,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 35 siswa SD Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bulurejo, Desa Nepak, Kecamatan Mertoyudan, Magelang, mengalami keracunan, Rabu (21/9/2022). Keracunan tersebut diduga dari makanan yang dibeli dari pedagang saat berisitirahat jam pelajaran. Akibat kejadian tersebut guru dan petugas Polsek dan Koramil Mertuyudan terpaksa mengevakuasi ke rumah sakit terdekat.
Saat ini Polisi sudah mengamankan salah satu pedagang Jasuke, serta masih mencari seorang pedagang mie goreng, untuk dimitai keterangan.
Kapolsek Mertoyudan AP Sujarwanto mengungkapkan laporan yang diterima kejadian keracunan pada jam istirahat pertama anak-anak tersebut membeli jajanan dari pedagang, jasuke, dan mie goreng dari pedagang yang datang di sekolahan.
“Setelah anak-anak makan dua jenis makana itu merasa mual dan pusing,” ungkapnya.
Selanjutnya pihak guru dibantu petugas dari Polsek Mertyudan dan anggota Koramil langsung mengevakuasi anak-ana yang diduga mengalami keracunan.
“Anak-anak tersebut langsung kita evakuasi bersama ke rumah sakit Tidar Kota Magelang sebanyak 17 anak, dan 18 anak ke rumah sakit Harapan. Jadi total sementara ada 35 anak,” jelas Jarwanto. (*)
About The Author
- Penulis: Borobudur News





Saat ini belum ada komentar