Kisah Kakek 90 Tahun Warga Lereng Merapi Enggan Dievakuasi Ke Pengungsian

BNews–BOYOLALI– Peningkatan aktivitas Gunung Merapi yang memiliki potensi terjadinya erupsi membuat warga di area bahaya harus diungsikan. Namun berbeda dengan seorang kakek berusia 90 tahun di lereng merapi yang enggan dievakuasi ke tempat aman.

Ia adalah Narto Pawiro, 90, yang masih enggan meninggalkan kediamannya yang ada di Dusun Setabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Ia masih belum mau diungsikan ke tempat penampungan pengungsi sementara (TPPS) Desa Tlogolele.

Meskipun, status Gunung Merapi saat ini sudah dinaikkan dari waspada menjadi siaga III.  ejumlah relawan dan pihak kepolisian sudah membujuknya untuk mau dibawa ke TPPS.

Namun, mbah Narto, sapaan akrabnya, masih kekeh bertahan digubuk tuanya.”Dimintai berkahnya di sana (TPPS), di sana sudah ada anak – cucu di sana. Mohon maaf, simbah saya antar turun,ya,” kata seorang relawan, dikutip tribun (13/11/2020)

Hati mbah Narto tidak luluh. Ia tetap kekeh bertahan di rumahnya. “Saya disini hidup sendiri. Nanti siapa yang mengerjakan pekerjaan saya,” tuturnya.

Seorang relawan tetap berusaha membujuknya supaya mau dievakuasi ke TPPS. “Nanti sehari dua hari lagi terus kembali ke sini tidak apa-apa. Maremi rasa pak lurah. Nanti kalau mau turun atau mau naik, akan diantar,” ucapnya.

Mbah Narto tak bergeming dan tetap ingin bertahan di kediamannya. Ia masih menunggu tanda-tanda Gunung Merapi. “Nek gununge pun mulai, kulo tak mlayu. Nek gununge mboten mulai kulo mboten mlayu (Kalau gunungnya sudah erupsi, saya langsung lari, kalau gunungnya belum, saya tidak lari),” katanya.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Para relawan memilih tidak memaksakan mbah Narto untuk turun ke TPPS Desa Tlogolele.

Sementara itu, Sekretaris Desa Tlogolele, Neigen Achtah Nur Edy Saputra mengatakan pihaknya memang tidak akan memaksakan warga untuk segera mengungsi ke TPPS.

“Kita tidak memaksa warga, kita sudah memberitahu ke masyarakat,” kata Neigen.

Neigen khawatir bila warga dipaksa mengungsi ke TPPS, mereka bisa merasa tidak nyaman. “Kalau dipaksa nanti bertahan di TPPS cuna 1-2 hari saja, kita ikuti kenyamanan mereka saja,” pungkasnya. (*)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: