Kisah Pilu Ibu dan Anak Jadi Korban Erupsi Gunung Marapi Saat Mendaki Bersama
- calendar_month Jum, 8 Des 2023

Novita Intan Sari dan anaknya, Wahlul Alde Putra, yang menjadi korban erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat.
BNews-NASIONAL- Cerita yang menyayat hati datang lagi dari korban erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat. Kisah tragis kali ini berasal dari seorang ibu dan anak yang sedang mendaki gunung saat peristiwa terjadi.
Mereka adalah Novita Intan Sari dan anaknya, Wahlul Alde Putra. Keduanya dinyatakan meninggal dunia dan jenazah mereka telah dibawa ke Kota Padang pada Rabu (6/12/2023) kemarin.
Mereka adalah penduduk setempat yang tinggal di Tabek Batu Sungai Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah.
Sebelum terjebak dalam erupsi Gunung Marapi, ibu tersebut, Novita, sempat berbagi momen pendakiannya melalui live di Facebook.
Dia terlihat bersama dua pendaki perempuan, yang diduga adalah Yasirli Amri dan Zhafira Zahrim Febrina.
Yasirli juga menjadi salah satu korban meninggal. Sementara Zhafira berhasil selamat namun mengalami luka serius.
Zhafira, yang akrab disapa Ife, sedang dirawat di Rumah Sakit Ahmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi. Meskipun dalam keadaan lemah, dia masih bisa berkomunikasi sedikit.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Bibi Zhafira, Rani Radelani, menyatakan bahwa Zhafira mengalami luka bakar di wajah dan kondisinya masih lemah saat ini.
Menurut Rani, pendakian Gunung Marapi adalah pengalaman pertama bagi Zhafira.
“Sebelumnya dia pernah melakukan trekking, tetapi belum pernah mendaki gunung,” kata Rani.
Dia mengatakan bahwa tidak ada informasi larangan mendaki atau perubahan status gunung saat Zhafira mendaftar untuk pendakian. Rani juga berterima kasih kepada tim gabungan yang berhasil mengevakuasi Zhafira.
Zhafira sempat mengirimkan video kondisinya yang terperangkap dalam erupsi melalui ponsel pendaki lain yang dia temui.
“Tangannya patah, ada luka-luka. Dia mengatakan bahwa dia tidak kuat lagi,” ucap Rani menggambarkan kondisi keponakannya.
Keluarga dan masyarakat merasakan duka yang mendalam atas kehilangan Novita dan Wahlul serta korban-korban lain dalam bencana alam ini.
Tim SAR masih melakukan pencarian untuk satu korban yang belum ditemukan, dengan harapan dapat memberikan kepastian kepada keluarga yang terdampak. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar