Dari Magelang, Musik Keroncong Diupayakan Masuk Jadi Warisan Dunia Di UNESCO
- calendar_month Sab, 20 Agu 2022

Roadshow Magelang Gelar Keroncong Svaranusa di Balkondes Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang
BNews–MAGELANG– Musik keroncong terus diupayakan Pemerintah Indonesia untuk menjadi warisan dunia ke UNESCO. Target tersebut dilakukan secara konkrit dengan menguatkan ekosistem keroncong dari tiap-tiap komunitas di daerah (grassroot).
Kapokja Apresiasi dan Literasi Musik Ditjen Film, Musik, dan Media Kemendikbudristek Edy Irawan mengatakan; membangun ekosistem musik keroncong yang kuat harus dimulai dari akar paling bawah yakni komunitas.
Menurutnya, bukan lagi berdasarkan kerjasama antar pemerintahan. “Sehingga musik keroncong di masing-masing daerah akan hidup. Kita akan perjuangkan hingga menjadi warisan dunia yang berasal dari indonesia ke UNESCO,” katanya saat Roadshow Magelang Gelar Keroncong Svaranusa di Balkondes Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang.
Ia menyebutkan, hasil penelitian musik keroncong adalah tradisi Indonesia. Sudah terbukti secara ilmiah maupun secara pengakuan.
Pihaknya memulai dari Jawa Tengah yang notabenenya perkembangan keroncong sudah berkembang pesat. “Tapi perlu proses butuh waktu sekitar 4-5 tahun untuk bisa maju dan menjadi warisan dunia. Perlu gerakan nasional dan komitmen bersama untuk memajukan musik keeoncong,” ucapnya.
Sementara, Ketua Panitia Ibnu Amar Muchsin Roadshow Magelang Gelar Keroncong Svaranusa mengungkapkan, era sekarang gaya komunitas atau organisasi secara terpusat sudah tidak relevan.
Pihaknya ingin membangkitkan komunitas keroncong dari masing-masing daerah supaya mandiri. “Kita (komunitas keroncong) diskusi bagaimana peluang membangkitkan komunitas di kabupaten atau kota yang jarang tesentuh bantuan pemerintah. Seniman musik keroncong harus di semai melalui dana abadi kebudayaan,” paparnya.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Selama ini, kata dia, ekosistem keroncong yang berpusat di Semarang telah bersinergi dengan pemerintah. Tujuan utama adalah bagaimana membangkitkan keberagaman keroncong yang ada di nusantara.
“Tidak hanya di Jogjakarta, Solo, atau kota tertentu . Tapi masing-masing daerah punya ciri khas sendiri yang nantinya akan jadi satu dalam naungan keroncong indonesia,” jelasnya.
Bersama komunitas keroncing, pihaknya akan mengembangkan dan merevolusi musik kroncing menjadi semakin baik. Sebab, setiap daerah terdapat musik tradisi yang kental.
“Maka bisa melakukan perkawinan dan kolaborasi supaya menghasilkan musik yang inovatif,” tuturnya.
Untuk diketahui, Roadshow Magelang Gelar Keroncong Svaranusa itu diikuti oleh komunitas keroncong dari berbagai daerah. Yakni wilayah Kedu, Jogjakarta dan Semarang. Puncak Roadshow akan diselenggarakan di Semarang pada 22-23 Oktober mendatang. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar