Kisah Raja di Kasultanan Yogyakarta yang Meninggal Dunia Diusia 19 Tahun
- calendar_month Sen, 29 Mei 2023

Raja di Kasultanan Yogyakarta yang meninggal diusia 19 tahun
BNews–JOGJA- Kisah kehidupan Raja ke-4 Kasultanan Yogyakarta, yakni Sri Sultan Hamengku Buwono IV, tak lepas dari sejarah pemerintahan sang ayah, Sri Sultan Hamengku Buwono III.
Merangkum laman resmi Keraton Yogyakarta, kratonjogja.id, Sri Sultan Hamengku Buwono III diangkat menjadi Raja Yogyakarta setelah ayahnya, Sri Sultan Hamengku Buwono II, lengser dari takhta.
Peristiwa itu terjadi pada Desember 1810, saat Belanda ikut campur dalam urusan istana di Keraton Yogyakarta.
Setahun setelah diangkat jadi Raja, yakni pada 28 Desember 1811, Sri Sultan Hamengku Buwono III lengser.
Posisi Raja kembali ditempati oleh sang ayah, Sri Sultan Hamengku Buwono II.
Kemudian, pada 21 Juni 1812, Sri Sultan Hamengku Buwono III kembali naik takhta menjadi Raja Yogyakarta.
Sedangkan, Sri Sultan Hamengku Buwono II dilengserkan dan diasingkan karena melawan pihak asing.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Akhirnya, Sri Sultan Hamengku Buwono III yang memerintah Kraton Jogja.
Pada 3 November 1814, Sri Sultan Hamengku Buwono III mangkat (meninggal dunia). Tercatat, masa pemerintahannya hanya berlangsung selama 865 hari, kurang dari 3 tahun.
Sebelum wafat, Sri Sultan Hamengku Buwono III telah mengangkat Gusti Raden Mas (GRM) Ibnu Jarot sebagai Putra Mahkota.
Setelah sang ayah mangkat, GRM Ibnu Jarot naik takhta jadi Raja Yogyakarta dan bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono IV.
Saat diangkat jadi Raja, usia Sri Sultan Hamengku Buwono IV baru 10 tahun.
Sebagai informasi, Sri Sultan Hamengku Buwono IV adalah anak Sri Sultan Hamengku Buwono III dengan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Kencono.
Inilah kisah kehidupan dan masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IV, yang dihimpun dari kratonjogja.id. (*)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani



Saat ini belum ada komentar